Sabtu, 07 Maret 2015

70 Tahun Indonesia Merdeka, Hajoran Masih Terisolir



Menjelajah desa terpencil ini Bupati dan rombongan menggunakan motor
melihat lebih dekat kondisi memprihatinkan.(rel/dok Leonardo TSS)=


Suasana ceria anak-anak Hajoran saat Nikson Nababan menyemangati
mereka.=

Masyarakat Hajoran antusias mencermati arahan bupati Nikson Nababan
(rel Hms/dok.Leonardo TS Joentak)=

 Menyedihkan atau memilukan, menemukan fakta bahwa di tengah derasnya arus pembangunan di negeri ini, masih banyak manusia Indonesia yang belum merasakan arti kemerdekaan yang kini menapak usia  70 tahun. Di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, contohnya, fakta memprihatinkan itu masih tersaji di depan mata, asalkan langsung turun ke lapangan. Bukan hanya berdasarkan laporan atau informasi.
 Itulah yang mengusik keingintahuan Nikson Nababan sang Bupati Tapanuli Utara yang turun  langsung meninjau desa sangat terpencil yang masih terisolasi di Kabupaten yang dipimpinnya. Salah satunya bernama Dusun Hajoran lingkungan Desa Manalu Purba Kecamatan Parmonangan. Kawasan desa ini sudah lama jadi buah bibir dan sumber liputan media, sebagai desa yang seakan terkucilkan dalam kemerdekaan. Pada hal, sudah banyak bupati berganti dari priode ke priode, toh  desa ini masih dibelit keterpencilan kronis. Masyarakat di sana tentunya berharap, kunjungan Nikson ke desanya benar-benar akan membawa perubahan sesuai visi misinya.
 Kunjungan ke daerah pedalaman ini ditempuh Bupati Taput dan rombngannya melalui Kabupaten tetangga Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa hingga Rabu (04-05 Maret ). Ini fakta ironis, karena untuk mengunjungi desa di kabupaten sendiri, harus berkeliling melintasi kabupaten lain.
 Sepanjang perjalanan yang melelahkan itu, tampaknya Nikson Nababan tegar meski di sisi lain terbersit di wajahnya keprihatinan yang mendalam. “Saya sangat prihatin melihat kondisi daerah ini, dimana masih ada desa di Kabupaten ini yang tidak bisa tembus ke ibu kota kecamatannya, tetapi harus melalui Kabupaten lain dengan menempuh jarak yang sangat jauh. Ini fakta ironis, karena sudah 69 tahun Indonesia merdeka ,toh masih ada daerah terpencil yang terisolasi . Ini adalah tugas dan menjadi beban bagi saya setelah saya dipercayakan menjadi Bupati . Dan pada tahun 2015 ini, saya akan upayakan untuk membuka akses jalan dari dusun Hajoran ke ibu kota Kecamatan,  tidak lagi harus melalui kabupaten tetangga Tapanuli Tengah,” ujar Nikson Nababan.
Bupati menyampaikan bahwa keinginan untuk terjun langsung dan melihat secara langsung kondisi masyarakat di Dusun Hajoran muncul dari hati karena menyadari kondisi ini adalah tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah pilihan rakyat. “Saya bertekad, masyarakat di Dusun Hajoran, Batuarimo, Purba Dolok dan Rampa harus mengenal kantor camatnya. Dengan menembuskan jalan ini maka masyarakat sudah dapat lebih leluasa ke kantor camat untuk mengurus keperluan masing-masing. Faktanya masih banyak rakyat di Hajoran belum mengenal kantor camatnya. “Masyarakat disini adalah rakyat  yang juga bagian dari Tapanuli Utara. Mereka berhak akan sebuah perubahan dan kemajuan, dimana hal pertama yang harus dituntaskan adalah infrastruktur, untuk membuka akses antar dusun, antar desa, dan juga antar kecamatan. Dengan demikian, apapun yang dihasilkan daerah tersebut, baik di bidang pertanian, perikanan dapat dipasarkan dengan baik sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Hajoran,” tandas Bupati menyatakan komitmennya.
“Setelah saya melihat secara langsung dan berbincang secara langsung dengan masyarakat disini, saya memutuskan untuk memberikan perhatian khusus untuk daerah ini karena masih sangat tertinggal. Untuk masalah pendidikan juga, saya sudah memberikan perhatian khusus bagi guru-guru yang mengajar di daerah sangat terpencil, dimana mereka mendapatkan insentif sebesar gaji pokok dalam sebulan bahkan ada yang mencapai satu setengah kali gaji pokok. “Apabila ada guru PNS yang tidak menjalankan tugasnya sebagai pengajar dengan baik, akan kita tindak dengan tegas, anak didik dihajoran sangat mebutuhkan guru, untuk itulah kita berikan perhatian khusus melalui pemberian insentif tadi,” papar dia lagi.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati juga  mengadakan pelayanan kepada masyarakat melalui pengobatan gratis, sosialisasi pembuatan kompos organik dan juga permentasi coklat dan pembuatan pestisida secara organik. Bupati telah menurunkan SKPD Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Badan BP4K dan Kantor Ketahanan Pangan sehari sebelumnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Hajoran. “Saya sangat mengharapkan masyarakat Hajoran mampu bekerja keras dalam meningkatkat taraf hidup. Kita akan upayakan infrastruktur dan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat, selanjutnya agar masyarakat bekerja keras dalam mengolah lahan yang subur ini, bekerja dengan prinsip bersama kita bisa untuk memajukan Tapanuli Utara,” katanya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Taput didampingi beberapa SKPD Kadis PUK Ir. Anggiat Rajagukguk, Kadis Pertanian Ir. Marco Panggabean, Kadis Kesehatan dr. Bobby Simanjuntak, Kaban BP4K SEY. Pasaribu, Kadis Pasar dan Kebersihan Jhonny Manalu, SE, Kadis Pertambangan Alkari Purba, Kepala Bappeda Indra Simaremare, MSi, Kakan Kesbang Hendrik Surbakti, Kabag Tapem Darma Nababan, Kabag Humas Donna Situmeang, Kabag Umper David Sipahutar, Camat Parmonangan Donni Simamora. (Leonardo TS/rel Hms)   

Jumat, 06 Maret 2015

Obama Undang Jokowi ke Gedung Putih




  WASHINGTON,SARINGAR.Net - Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bakal diundang berkunjung ke Gedung Putih, Washington pada Juni 2015. Ini akan menjadi kunjungan pertama Jokowi ke pusat pemerintahan AS tersebut.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Patrick Ventrell mengatakan, Penasihat Keamanan Nasional AS, Susan Rice telah mengonfirmasi undangan Presiden Barack Obama untuk Jokowi. Menurutnya, kunjungan bertujuan memperdalam kerjasama disegala bidang.

"Mereka akan mendiskusikan perdagangan, investasi, bidang pertahanan, intelegen, urusan maritim, edukasi, keamanan kesehatan global dan perubahan iklim," kata Ventrell.

Kepala staff kepresidenan, Luhut Panjaitan telah mengunjungi Washington untuk mempersiapkan kunjungan. Rabu (4/3) lalu, ia telah bertemu dengan Rice.

Dalam wawancara dengan Pusat Strategi dan Studi Internasional, Panjaitan mengatakan Jokowi akan mengunjungi Gedung Putih pada minggu pertama bulan Juni. "Kunjungan diharapkan mendekatkan hubungan Washington dengan Jakarta," kata dia.

Jokowi akan menjadi satu dari empat pemimpin negara di Asia yang diundang ke Gedung Putih untuk mempererat hubungan dengan AS. Tiga negara lainnya yaitu Jepang, Korea Selatan dan Cina. Sejauh ini belum ada konfirmasi, apakah dalam pembicaraan kedua pemimpin negara itu nantinya juga akan dibicarakan soal hukuman mati yang diterapkan di Indonesia. (sbr:ROL)

Kamis, 05 Maret 2015

Ketua DPP GAMKI Prediksi Nikson Nababan ke Kursi Gubernur



Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan saat menerima audiensi
Pengurus DPP GAMKI Sumut. (rel.Hms)=

 SARINGAR.Net- Pandangan DPP GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) terhadap situasi kondisi Kabupaten Tapanuli Utara inklusif gerakan bupati Nikson Nababan, memberi warna tersendiri. Hal itu terungkap saat Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan menerima audiensi dari DPP GAMKI Sumut, di rumah dinas bupati, di Tarutung, Senin (2/3). 
 Landen Marbun, SH selaku ketua DPP GAMKI Sumatera Utara menyampaikan kunjungan mereka pada intinya memberitahu, rencana pelaksanaan pelantikan DPC GAMKI Tapanuli Utara. Pada sisi khusus lainnya DPP GAMKI Taput juga mengusulkan agar Bupati Taput secara khusus memberi perhatian kepada guru-guru sekolah minggu karena mereka juga termasuk pelaku-pelaku pendidikan moral dan budi pekerti.
           Bupati Nikson mengapresiasi kunjungan audiensi DPP GAMKI itu suatu hal yang positif. “ Saya sangat mengapresiasi dukungan dari GAMKI terhadap pembangunan pendidikan dalam mencapai visi Taput Menjadi lumbung SDM yang berkualitas, dan usulan GAMKI Sumut dalam upaya memberi perhatian bagi peningkatan kualitas anak didik di Kabupaten Tapanuli Utara. “Bersama kita bisa, ini tugas kita bersama, perjuangan kita bersama. Sahabat saya Landen Marbun SH telah membuktikan dengan datang ke Taput dalam mendukung program-program Taput, antara lain pembangunan dunia pendidikan,” ujar Bupati  saat merespon kunjungan para petinggi organisasi angkatan muda Kristen itu.
  Pada sisi lain, Bupati menyampaikan bahwa dengan keberadaan kepengurusan GAMKI di Taput akan menjadi mitra yang baik dalam membangun Kabupaten Tapanuli Utara dalam mencapai Visi “Kabupaten Taput menjadi Lumbung Pangan, lumbung SDM yang berkualitas dan tujuan wisata. “Saya mengenal Landen yang  orangnya low profile, bisa selalu menjaga komunikasi dan merupakan pemimpin masa depan. Dengan pengaruh yang dimilikinya, saya yakin akan sangat membantu dalam membentuk pelaku-pelaku perubahan menuju yang lebih baik,” ujar Bupati.
    Ketua DPP GAMKI Sumatera Utara Landen Marbun, SH menyampaikan respeknya terhadap perhatian Nikson Nababan dalam membangun pendidikan dengan penekanan serius pada pendidikan karakter, mental dan budi pekerti. “Pemberian insentif satu sampai satu setengah bulan insentif tiap bulannya bagi guru-guru di daerah terpencil menjadi suatu motivasi dan spririt yang luar biasa bagi guru-guru di daerah terpencil. Kami sangat mengapresiasi hal ini. Mendengar hal ini, kami juga sangat berharap hal ini dapat diberikan Bapak Bupati Taput bagi guru-guru sekolah minggu karena guru-guru sekolah minggu juga turut andil dalam menentukan karakter, moral dan budi pekerti anak-anak bangsa, terutama bagi anak-anak di Taput,” ujar Bupati mengawali.
                Selanjutnya Landen menambahkan bahwa Bupati Taput akan menjadi orang besar mengingat keinginanannya benar-benar ingin membangun Tapanuli Utara. Saya yakin Bapak Nikson akan sampai ke kursi Gubernur ketika kita menilik obsesi dan keinginan besarnya membangun Taput. “Kalau ingin jadi orang besar harus siap diterpa angin dan Pak Nikson harus kuat dengan terpaan itu. “Hendaklah kau berakar dan  dalam Dia dan Dibangun diatas Dia dan bertambah teguh“ ujar Landen mengakhiri.
Bupati Taput didampingi Kepala Bappeda Taput Indra Maremare, MSI, Kabag Tapem Darma Nababan dan Kabag Humas Donna Situmeang. Sementara Ketua DPP GAMKI Sumut Landen Marbun, SH  didampingi Sahat Tua Sinaga, BInsar Sihotang (Wakil Sekretaris), Ranto A. Simanungkalit (Wakil Sekretaris), Daulat Sinaga, Kondar Aritonang, Herberth

Washington Post: Nusakambangan, Pulau Paling Menakutkan





 JAKARTA,SARINGAR.Net- Rencana eksekusi mati gelombang kedua yang akan dilakukan pemerintah Indonesia, menjadi sorotan tajam dunia Internasional. Bahkan, dalam kasus pemindahan duo Bali Nine dari Lapas Kerobokan menuju Nusakambangan, Rabu (4/3), sejumlah media menjadikannya laporan khas. Nusakambangan tentu saja makin terkenal, go international dalam ruang opini. Tapi tentu saja kesan seram itu yang paling dominan, terutama bagi pelaku kejahatan.

Washington Post, salah satu media ternama di Amerika, turut menyoroti pemindahan Andrew Chan dan Myu Sukumaran. Dalam laporannya, Rabu (4/3), Washington membuat laporan berjudul: Welcome to ‘Execution Island' Bali 9.

Laporan Washington menyoroti sikap bersikeras pemerintah Indonesia yang tetap melakukan eksekusi mati untuk duo pentolan Bali Nine tersebut. Washington Post bahkan mencermati dugaan bahwa jika eksekusi tetap dilakukan, maka hubungan harmonis Indonesia-Australia akan berubah.

"Indonesia dan Australia akan memasuki hubungan dalam masa yang sulit," tulis laporan Washington Post, mengutip the Telegraph, Rabu (4/3).

Washington juga membahas soal keberadaan Nusakambangan yang dikenal dengan "Alcatraz Indonesia". Menurut laporan tersebut, ada kemungkinan besar duo Bali Nine akan dieksekusi di suatu tempat bernama Nirbaya.

"Zona kematian mereka dikenal sebagai Nirbaya, sekitar tiga kilometer selatan penjara, sebuah jalur tanah sempit berkelok-kelok," tulis laporan tersebut. Sejak dibuka pada 1908, tambah laporan Washington Post, Nusakambangan dikenal sebagai 'pulau yang paling ditakuti di Indonesia'. (ROL)

Rabu, 04 Maret 2015

Batu Giok 20 Ton Yang Ditemukan di Aceh Diangkut Sepanjang 30 Km








Batu giok =

 SARINGAR.Net - Batu giok seberat 20 ton yang ditemukan oleh warga Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan saat ini sudah dilakukan pembelahan sebanyak 50 persen. Batu giok yang sudah dibelah itu masih ditumpuk di lokasi penemuan batu tersebut. Penemuan luar biasa yang menyita perhatian tak hanya nasional, tapi juga internasional.

Sedangkan giok yang telah berhasil diangkut ke pusat kota yang disimpan di rumah dinas ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Nagan Raya sebanyak 5 ton. Sisanya masih berada di kawasan hutan lindung tersebut.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nagan Raya, Samsul Kamal mengatakan, batu yang telah dibelah tersebut masih sedang disortir. Karena batu yang telah dibelah itu sebagiannya masih terdapat kulit batu yang tidak memiliki nilai.

"Sedang kita sortir, gak mungkin kita angkut semua, karena mahal, jadi kita sortir, kulitnya tidak kita ambil, sekarang semua batu masih menumpuk di lokasi," kata Samsul Kamal, Rabu (4/3).

Samsul Kamal menjelaskan, proses pengangkutan batu dari lokasi ke pusat kota bukan perkara mudah. Hal ini karena medan yang berat harus menempuh perjalanan menuju ke lokasi dengan kemiringan yang terjal selama 1,5 km dan tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat.

"Sedangkan dengan mobil diangkut jarak bisa mencapai ke rumah ketua DPRK mencapai 30 Km," tegasnya.

Giok tersebut disimpan di rumah Ketua DPRK Nagan Raya mengingat rumah tersebut kosong dan memiliki tempat simpan yang luas dan aman. Sedangkan di kantor Dinas Pertambangan dan Energi gudang rusak dan tempatnya kecil.

"Gudang kantor kita rusak dan kecil, makanya kita simpan di rumah ketua DPRK," tegasnya. (md)

Unit Kepresidenan Yang Dipimpin Luhut Panjaitan Menjadi Kantor Staf Presiden. Wapres pun Berkomentar...



Jusuf Kalla (ant)=

Jakarta,SARINGAR.Net- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengaku tidak mengetahui perihal terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No.26 Tahun 2015 yang mengubah Unit Staf Kepresidenan di bawah Luhut Panjaitan menjadi Kantor Staf Presiden dengan sejumlah tambahan kewenangan.

Bahkan, JK mengakui bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memberitahu perihal pembuatan ataupun penandatanganan perpres tersebut oleh Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly, pada tanggal 24 Februari 2015.

"Belum, belum, belum (disampaikan soal perpres oleh Jokowi). Setneg (Sekretariat Negara) saja belum tahu apalagi saya. Tidak tahu saya," kata JK yang ditemui di kantornya, Rabu (4/3).

Namun, JK mengaku akan mulai mengkomunikasikan perihal terbitnya perpres tersebut dengan Jokowi.

Selebihnya, ia mengingatkan bahwa penambahan kewenangan yang diperoleh Luhut malah akan menambah kesimpangsiuran.

"Mungkin nanti koordinasi berlebihan kalau terlalu banyak, ada instansi lagi yang bisa mengkoordinasi pemerintahan. Berlebihan nanti. Kalau berlebihan bisa simpang siur," ujarnya.

Selain itu, JK meyakini bahwa perluasan kewenangan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak ada pembagian kewenangan.

"Tidak ada pembagian kewenangan. Tidak ada pembangian kewenangan. Ya nanti lah. Itu mungkin hanya suatu jangka pendek saja," ungkapnya.

Terkait polemik perpres tersebut, pada Rabu (4/2) ini, JK memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdjiatno.

Sebelum meninggalkan kantor Wapres, Tjahjo mengakui ada pembahasan perihal perpres tersebut dengan JK dan Tedjo. Menurut Tjahjo, JK meminta pendapat dirinya dan juga Tedjo perihal terbitnya perpres tersebut.

"Ini tadi bahas itu (Perpres No.26 tahun 2015). Tapi kan masih diskusi belum ada keputusan. Ya sharing (diskusi) saja sebagai Mendagri dan sebagai Menko (Menkopolhukam)," ujar Tjahjo. Namun, Tjahjo enggan membagi ke awak media mengenai pendapat yang disampaikannya kepada JK.

Secara terpisah, Tedjo mengaku tidak membahas perihal perpres tersebut dengan JK. Walaupun, secara tidak langsung menyelesaikan penyelesaiannya kepada JK selaku Wapres. Tidak bahas itu (perpres). Itu sudah terbentuk ya sudahlah, biar Wapres saja yang menyelesaikan itulah. Saya tidak pada posisi mengomentari hal itu," kata Tedjo.

Dari situs resmi Sekretariat Kabinet, dikatakan dengan terbitnya Perpres No.26 tahun 2015 maka Unit Staf Kepresiden berubah menjadi Kantor Staf Presiden. Kewenangannya pun bertambah, tidak hanya bertugas memberikan dukungan komunikasi politik dan pengelolaan isu-isu strategis kepada presiden dan wakil presiden. Namun, juga melaksanakan tugas pengendalian program-program prioritas nasional.

Sehingga, memungkinkan membentuk tim khusus dan gugus tugas lintas kementerian dan/atau lembaga terkait untuk penanganan masalah tertentu. Sebagaimana, tercantum dalam Pasal 9 Ayat (1).

Bahkan, Kantor Staf Kpresidenan nantinya dapat bebas masuk ke semua kementerian, termasuk kementerian koordinator jika dianggap ada hambatan dari kementerian dimaksud dalam melaksanakan program-program prioritas nasional. [sbr:sp)

Nikson Nababan: 27 Sekolah Unggulan Diprogram Untuk Tapanuli Utara


Bupati Nikson Nababan saat menerima masyarakat Sitabotabo untuk
penyerahan tanah tanpa ganti rugi. (rel hms/dok Leonardo TSS) =

  Selama ini ada kesan, salah satu tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk membangun sesuatu adalah masalah tanah. Kalau pun masyarakat bersedia memberikan tanahnya untuk lokasi bangunan sekolah misalnya, harus dengan cara membeli dengan harga mahal, atau ganti rugi. Tapi beda dengan masyarakat Dusun Sitabotabo Lobu Siregar ini, mereka mau menyerahkan tanah hanya karena keikhlasan demi kemajuan pendidikan di daerah itu,tanpa mengharapkan ganti rugi. Sebuah sikap progresif yang patut diapresiasi.
Bupati  Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan menerima  kunjungan masyarakat Dusun I Sitabo-tabo Lobu Siregar  I Kecamatan Siborongborong dalam rangka penyerahan tanah seluas 330 m x 150 m untuk lokasi sekolah SMA Plus, di Rumah Dinas Bupati Taput Tarutung, Senin (2/3).
 “Saya bangga apabila masyarakat turut bersama-sama memberikan perhatian dalam memajukan Kabupaten Tapanuli Utara. “Bersama kita bisa” dalam mendobrak pola berpikir, pola pendidikan yang akhir-akhir ini telah mengalami pergeseran. Budaya pendidikan zaman dulu yang telah melahirkan banyak pemikir dan orang-orang sukses harus kita kembalikan. Pembangunan karakter, budi pekerti dan moral anak bangsa menjadi priorotas pendidikan kita saat ini,” ujar Nikson Nababan mengapresiasi.
  Bupati menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat Dusun I Sitabo-tabo Desa Lobu Siregar I merupakan motivasi dan spirit baginya dalam membangun Tapanuli Utara. Walaupun banyak tantangan, tapi dengan kehadiran bapak-bapak, semangat saya berkobar kembali. Saya tidak akan menyerah, saya akan semakin bergairah menyulap Taput menjadi kota yang asri, bersih, nyaman dan maju, dimana anak-anak didik akan semakin nyaman belajar sehingga menjadi anak-anak yang cerdas dan unggul dan mampu bersaing secara nasional dan internasional,” ujar Bupati menekankan.
  Dalam rangka pembenahan di bidang pendidikan, peningkatan kualitas dan mendukung pendidikan yang gratis (pay by government)  maka akan ada 27 sekolah unggulan di Tapanuli Utara, yakni, untuk tingkat SMA sebanyak  4 (empat) unit, tingkat SMK 3 (tiga), untuk tingkat SMP sebanyak  5 (lima) unit dan untuk tingkat SD sebanyak 15 (lima belas) unit. Untuk itu, banyak hal yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam membenahi pendidikan, termasuk mendirikan sekolah-sekolah unggulan ini dan juga SMA plus.
                Sebagai bentuk apresiasi masyarakat, beberapa tokoh masyarakat dari Dusun Sitabotabo I desa Lobusiregar I Kecamatan Siborongborong datang secara langsung menemui Bupati Taput untuk menyerahkan sebidang tanah sebagai lokasi SMA Plus dengan luas tanah 330 m x 150 m tanpa ada ganti rugi. Keinginan kami, masyarakat Taput maju, anak-anak Taput bisa mengecap pendidikan berkualitas. Dengan masuknya sekolah-sekolah unggulan dan plus di desa kami, maka kemajuan juga akan otomatis menghampiri dusun kami, infrastruktur juga akan semakin lancer,” ujar salah satu tokoh masyarakat tersebut. (rel Hms/Leonardo TSS)