Senin, 08 Juni 2015
Ahok Disebut Reinkarnasi Hanoman dan Sun Go Kong
SARINGAR.Net - Pelangi pujian masih terus mengemuka terkait Ahok, sosok yang melejit menjadi orang nomor satu pemerintahan di DKI. Dikutip dari Merdeka.Com, seorang wanita yang mengaku sebagai Rasul, Lia Eden, mengirimkan surat pada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia mengaku diminta Tuhan untuk mengusulkan Ahok menjadi Presiden RI.
"Tak ada tokoh lain selain Ahok yang bisa jadi presiden Indonesia selain Jokowi. Yakinlah itu," kata Lia Eden dalam surat yang dikirim Kamis, (28/5) malam.
Dalam beberapa suratnya yang berbau melati, Lia Eden menyebut Ahok pemimpin yang tegas. Dia juga tak suka main belakang dan cerdas. Dia sosok yang bisa membawa Indonesia keluar dari keterkutukannya.
Lia Eden juga menyebut Ahok adalah reinkarnasi Hanoman dan Sun Go Kong. Dua sosok kera yang sakti dan mengemban misi mulia untuk menyelamatkan dunia dari angkara murka.
Tapi, sebagai catatan tambahan, mungkin akan banyak pertanyaan mencuat: Mungkinkah Ahok bisa mengikuti jejak Jokowi menjadi presiden Republik Indonesia? Akan beragam analisa dan argumen prokontra.
Minggu, 07 Juni 2015
Foto Mencekam :Singa Buas Terkam Turis Dalam Mobilnya
![]() |
| Saat singa mencakar-cakar kaca jendela mobil. Tak terbayangkan bagaimana takutnya Katherine sebelum akhirnya dicabik-cabik sang raja rimba yang ganas itu. |
SARINGAR.Net - Johannesburg – Sebuah foto yang
beredar merekam detik-detik saat seorang turis tewas diterkam singa ketika
hendak memotret binatang buas itu di taman safari Afrika Selatan. Tampak
pada foto itu, sang singa berdiri dengan kaki depannya menyender ke pintu mobil
sebelum menyerang Katherine Chappell, turis itu, lewat jendela kaca.
Seorang Insinyur bernama Ben Govender, 38 tahun, memotret kejadian itu karena kebetulan berada di dalam mobil di belakang mobil Chappell. "Mengerikan. Setelah gigitan pertama, singa itu mundur dari mobil dengan darah menetes dari mulut dan cakarnya," katanya, seperti dikutip Daily Mail pada Sabtu, 6 Juni 2015.
Turis Amerika yang tewas itu telah diidentifikasi sebagai Katherine Chappell, editor efek khusus film. Chappell menyambangi Afrika Selatan seminggu sebelum tragedi nahas yang merenggut nyawanya tersebut. Keberadaannya di Afrika Selatan guna mengumpulkan uang untuk kampanye antiinisiatif perburuan.
Chappell terlibat dalam sebuah episode pemenang penghargaan Emmy Award dari serial fantasi Game of Thrones dan tinggal di Vancouver, Kanada, sejak 2013. Dia digambarkan keluarganya sebagai pribadi yang brilian, baik, petualang, dan bersemangat tinggi.
Chappell dipastikan tewas diterkam singa betina pada Senin sore, 1 Juni 2015, saat mengunjungi The Lion Park, taman safari yang populer di pinggiran Johannesburg.
Pihak keamanan sekarang tengah menyelidiki kamera Chappell dan kamera dua keluarga lain di kandang singa saat serangan terjadi untuk memperjelas terjadinya peristiwa itu.
Untuk pergi ke The Lion Park, salah satu atraksi wisata paling populer di Afrika Selatan, hanya membutuhkan 40 menit dari Johannesburg. Taman itu tetap buka minggu ini, tapi kandang tempat Chappell tewas ditutup.
Seorang Insinyur bernama Ben Govender, 38 tahun, memotret kejadian itu karena kebetulan berada di dalam mobil di belakang mobil Chappell. "Mengerikan. Setelah gigitan pertama, singa itu mundur dari mobil dengan darah menetes dari mulut dan cakarnya," katanya, seperti dikutip Daily Mail pada Sabtu, 6 Juni 2015.
Turis Amerika yang tewas itu telah diidentifikasi sebagai Katherine Chappell, editor efek khusus film. Chappell menyambangi Afrika Selatan seminggu sebelum tragedi nahas yang merenggut nyawanya tersebut. Keberadaannya di Afrika Selatan guna mengumpulkan uang untuk kampanye antiinisiatif perburuan.
Chappell terlibat dalam sebuah episode pemenang penghargaan Emmy Award dari serial fantasi Game of Thrones dan tinggal di Vancouver, Kanada, sejak 2013. Dia digambarkan keluarganya sebagai pribadi yang brilian, baik, petualang, dan bersemangat tinggi.
Chappell dipastikan tewas diterkam singa betina pada Senin sore, 1 Juni 2015, saat mengunjungi The Lion Park, taman safari yang populer di pinggiran Johannesburg.
Pihak keamanan sekarang tengah menyelidiki kamera Chappell dan kamera dua keluarga lain di kandang singa saat serangan terjadi untuk memperjelas terjadinya peristiwa itu.
Untuk pergi ke The Lion Park, salah satu atraksi wisata paling populer di Afrika Selatan, hanya membutuhkan 40 menit dari Johannesburg. Taman itu tetap buka minggu ini, tapi kandang tempat Chappell tewas ditutup.
Sebelumnya, di India juga seekor harimau telah
mencabik-cabik tubuh seorang mahasiswa, seperti dikutip SARINGAR.Net dari media
online internasional. Dua raja rimba yang terkenal ganas itu memang tak boleh dianggap sudah jadi sekadar tontonan meski mereka sudah berada di kebun binatang sekalipun. Namanya binatang pemangsa, ya tetap saja buas. (LTSS/tmp)
PLTM Hadir, Parmonangan Menggeliat
| Bupati Nikson Nababan menggunting pita pada peresmian dimulainya pembangunan PLTM Parmonangan |
Kecamatan Parmonangan sering dianggap wilayah tertinggal di Kabupaten Tapanuli Utara. Wilayah ini secara umum masih dikategorikan miskin dalam pengertian relatif, meski belakangan ada geliat dalam bidang perkebunan hortikultura. Banyak PNS yang ogah kalau dipindahkan tugas ke wilayah ini, menganggap digeser ke "pembuangan".
Tapi kini ada seberkas sinar menerangi Parmonangan, karena tak lama lagi kecamatan ini bakal menggeliat dengan kehadiran proyek listrik tenaga minihidro. Tak segampang membalik telapak tangan memang, tapi minimal ada geliat kemajuan pada priode Bupati yang baru Nikson Nababan.
Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan melakukan
peletakan batu pertama proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
Minihidro (PLTM) Parmonangan dengan kekuatan 2 x 4,5 MW. Pekerjaan
pembangunan ini dilaksanakan oleh PT. Seluma dan PT. Hutama Karya. Peletakan
batu pertama dilaksanakan di Dusun Parratusan Desa Manalu Dolok, Kecamatan
Parmonangan, Taput, Rabu (3/6).
“Tapanuli Utara memiliki potensi alam
panas bumi dan juga kekuatan hidro yang patut kita syukuri. Kehadiran PT. Seluma
dan PT. Hutama Karya diharapkan masyarakat Tapanuli Utara, khususnya Kecamatan
Parmonangan memberikan kontribusi yang besar guna kemajuan dan kesejahteraan
masyarakat. Kami Pemerintah Daerah sangat berharap banyak akan perhatian
perusahaan ini bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar, terutama di bidang
pendidikan. Bantu siswa/i kita yang sangat membutuhkan dana CSR perusahaan
ini,” ujar Bupati saat peletakan batu pertama itu.
Bupati menyampaikan terimakasih atas kehadiran
perusahaan ini dengan harapan masyarakat sekitar yang belum menikmati listrik
sampai saat ini adalah pihak pertama yang mendapatkan kesempatan untuk
menikmati listrik dari tenaga hidro ini dan menyusul kecamatan lain yang belum menikmati listrik,
dan nantinya bisa didistribusikan ke
luar Tapanuli Utara. Saya harap ini menjadi catatan penting bagi perusahaan
ini,” ujar Nikson.
“Sebagai perhatian utama bagi perusahaan ini,
saya juga menegaskan bahwa kayu dikawasan hutan jangan ditebang. Hal ini
menjadi harga mati bagi saya karena itu untuk menjaga kelestarian alam kita
sampai ke anak cucu kita. Jaga lingkungan kita, kita manfaatkan potensi alam
kita, tetapi kita pelihara kelestariannya untuk masa depan. Ini harus menjadi
perhatian bagi kita semua,” tandasnya.
Direktur Utama PT. Seluma Robin Sunyoto menyampaikan, kedatangan PT. Seluma ini adalah untuk
kesejahteraan masyarakat Parmonangan, khususnya Desa Manalu Dolok. “Saya mengartikan
Seluma adalah singkatan dari Sejahtera Keluarga Manalu Dolok. Untuk itu, saya
sangat berharap dukungan masyarakat Tapanuli Utara, khususnya masyarakat Desa
Manalu Dolok guna kemajuan perusahaan ini yang nantinya akan berdampak baik
bagi kesejahteraan masyarakat Manalu Dolok. “Mohon dukungan masyarakat disini
dan kami akan memberikan perhatian yang sangat besar. Keuntungan perusahaan ini
akan sangat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar, baik keuntungan jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” ujar Dirut PT. Selema dalam
sambutannya.
Pihak keluarga dari Direktur Utama PT.
Seluma memberikan sumbangan bagi gereja-gereja di Desa Manalu Purba sebesar 25
juta, sementara Dirut Robin Sunyoto menyumbangkan komputer bagi sekolah-sekolah
sebanyak 10 unit. Sementara Bupati
Tapanuli Utara dan pihak PT. Seluma menyumbangkan sebuah lagu memberikan
sumbangan bagi siswa/I Desa Manalu Dolok untuk membelikan seragam sekolah dan
buku-buku tulis.(Leonardo Ts Simanjuntak/rel)
Senin, 25 Mei 2015
Demam Batu Akik Masih Berlangsung Dimana-mana
| Suami isteri ini bersabar menunggu batu bongkahannya siap diolah. Foto ini diambil SARINGAR di Jalan Letda Sujono,Medan, Mei 2015. |
Demam batu akik/giok sudah memasuki bulan ke empat. Tampaknya masih bertahan lebih lama, seperti diperkirakan para "penggila" batu cincin di Medan. "Tampaknya ini belum reda, masih lama berlangsungnya," kata Tan Soey Can dalam suatu perbincangan di Jalan AR Hakim Medan baru-baru ini.
Kaki lima di beberapa jalan utama seperti Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Garuda Mandala, Jalan Letda Sujono, dan lainnya, tampak diramaikan pedagang batu bongkahan dan cangkang (pengikat cincin), selain tukang olah batu. Nyaris tiada hari berlalu tanpa orang-orang yang berkerumun di setiap tempat pengolah batu. Banyak yang spesial hanya menjual bongkahan batu sungai atau gunung. Ada yang mengaku batu itu dari Jambi, Bengkulu, Riau, Palembang. Selain banyak juga yang menjual cincin sudah jadi dengan aneka jenis batu.
Tapi tampaknya lebih banyak orang yang lebih suka mengolah batu yang dibawanya sendiri. Seperti sepasang suami isteri keturunan Tionghoa dalam foto di atas. Mereka dengan semangat mendatangi salah sat pengolah batu akik di Jalan Sujono, untuk dibuatkan cincin. Harga olah per cincin relatif murah Rp 30 ribu, dibanding di Tarutung ada yang pasang tarif Rp 40 ribu per cincin.
Indonesia benar-benar semarak dengan batu cincin. "Ini hanya kesenangan pribadi saja, tak ada niat untuk mengambil untung dengan mengolah batu yang saya bawa," ujar Ramli Sitompul, warga Medan yang mengaku untuk mengolah batu cincin sudah mengeluarkan biaya lebih kurang Rp 3 juta. Dia seorang kolektor batu akik dan giok yang fanatik, bahkan jauh sebelum demam akik yang menjadi fenomena nasional saat ini. (Leonardo TSS)
Jumat, 22 Mei 2015
Kemerdekaan Semu di Garoga, Jalan Provinsi Rusak Parah Hambat Kemajuan
| Nikson Nababan memberi wejangan pada warga di Desa terpencil di Kecamatan Garoga.(rel) |
SARINGAR.Net - Bupati
Tapanuli Utara Nikson Nababan merasa
sangat prihatin saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Garoga Desa Garoga
Sibargot, desa yang masih sangat terpencil. Bupati langsung bertatap muka
mendengar keluhan masyarakat secara di desa Garoga Sibargot Dusun Pagaran
Padang, Kamis (21/5). Warga antusias dan penuh harap bakal ada perubahan dengan
kedatangan bupati ini.
“Saya benar-benar tersentuh dan
prihatin melihat masih ada daerah kita yang untuk menikmati listrik dan
pelayanan kesehatan pun masih sangat sulit. Ini menjadi beban tersendiri bagi
saya, apalagi setelah melalui jalan Garoga sepanjang 32 km, dimana jalannya
rusak parah, tidak layak lagi dan sejak tahun 2002 tidak ada lagi sentuhan
untuk memperbaiki jalan ini. Masyarakat sangat mengharapkan perbaikan jalan
ini, jalan Garoga ini status jalan propinsi, masyarakat sangat menantikan
perhatian Pemerintah Propinsi,” ujar Nikson ketika menyampaikan bimbingan/wejangan kepada warga setempat.
Nikson mengatakan bahwa
Kecamatan Garoga memiliki potensi yang sangat luar biasa, tanahnya yang subur
dan hasil pertanian yang bagus, tetapi kondisi jalan yang tidak memungkinkan
menjadikan kondisi masyarakat Garoga saat ini memperihatinkan. “Saya miris,
sedih dan sangat tersentuh dengan keadaan ini. Masyarakat di Desa Garoga
Sibargot ini juga belum menikmati adanya listrik, belum ada pelayanan kesehatan
berupa poskesdes atau pustu dan juga bangunan sekolah yang belum memadai. Saya
juga tadi sudah mendengar keluhan masyarakat mengenai kesulitan mengurus KTP,
Akte lahir, Kartu Keluarga dan surat-surat lainnya karena jarak yang sangat
jauh dari desa tersebut ke ibukota Kabupaten. Karenanya saya menegaskan minggu depan dari pihak Dinas Catatan Sipil
akan melakukan pelayanan di desa ini melalui pelayanan mobil keliling catatan sipil
,” tandas bupati yang baru setahun memimpin pemerintahan di kabupaten itu.
“Kondisi ini harus segera kita
atasi. Untuk daerah sangat terpencil kita sudah memberikan insentif sebesar
sebulan gaji untuk mendorong semangat dan memberikan motivasi bagi guru yang
mengajar di desa sangat terpencil. Masyarakat juga sudah menyerahkan tanah
untuk lokasi pembangunan poskesdes, ini akan segera ditampung di P-APBD Tahun
Anggaran 2015. Bangunan sekolah yang saat ini hanya terdiri dari 3 (tiga)
ruangan kelas akan segera kita tampung di P-APBD dan jalan-jalan tani yang
menghubungkan lokasi pertanian dengan tempat memasarkan hasil pertanian adalah
harga mati yang akan kita buka dan minimal perkerasan dan di aspal,” ujar Bupati
.
Bupati langsung mendengarkan
keluhan, masukan dan permohonan masyarakat dari 7 (Tujuh) Dusun, yakni Dusun
Pea Ombun, Dusun Sibargot, Dusun Pagaran Padang, Dusun Pasar Garoga, Dusun Bulu
Payung, Dusun Aek Horsik dan Dusun Sirpang.
Ketua DPRD Taput Ir.
Ottoniyer Simanjuntak dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak DPRD
Taput akan selalu mendukung semua program Pemerintah Kabupaten Taput selagi
program tersebut berpihak kepada rakyat. Kita akan perjuangkan anggaran yang
diperuntukkan bagi kemajuan masyarakat di Desa Garoga Sibargot. “Saya juga
berharap masyarakat Desa Garoga Sibargot turut berpartisipasi dalam pembangunan
guna memajukan daerah kita ini. Kita harus bersama-sama mencapai kemajuan itu,
kami tidak bisa tanpa ada dukungan masyarakat, begitu juga sebaliknya. Bersama
kita bisa,” ujar Ottoniyer.
Bupati juga
memberikan pencerahan dan pelatihan tentang pupuk organic dan pakan ternak
organic sekaligus memberikan bantuan berupa pupuk organic dan alat pengusir
hama monyet melalui Kantor Ketahanan Pangan yang dipimpin oleh Sofyan
Simanjuntak.
Kunjungan kerja Bupati
sekaligus memberikan pelayanan kesehatan gratis yang difasilitasi oleh Dinas
Kesehatan Taput. Di samping pelayanan kesehatan, Bupati juga menyerahkan bantuan
berupa buku tulis bagi siswa/I yang ada dari tujuh dusun tersebut. Dalam
kunjungannya, Bupati didampingi oleh Ketua DPRD Taput, Ir. Ottonyer Simanjuntak
dan sejumlah anggota dewan lainnya.
Salah seorang warga terdengar berkomentar pada warga lainnya usai bupati menyampaikan arahan, "Kita ini sudah mau 70 tahun merdeka, tapi kemerdekaan ini seperti kemerdekaan semu, karena seolah-olah ada penganaktirian pusat dan provinsi pada daerah Garoga."
Warga temannya ngobrol, mengangguk sambil berkomentar," Kemerdekaan yang semu atau bayang-bayang kalau begitu,ya..." (Leonardo TSSimanjuntak)
Warga temannya ngobrol, mengangguk sambil berkomentar," Kemerdekaan yang semu atau bayang-bayang kalau begitu,ya..." (Leonardo TSSimanjuntak)
Selasa, 19 Mei 2015
Jurnalisme Online Makin Ngetren di Dunia
Jurnalisme online dari waktu ke waktu makin ngetren di seluruh dunia. Informasi tak lagi harus diakses dari media cetak (suratkabar/mejalah) atau media televisi. Informasi lebih aktual dan cepat bisa tayang melalui tayangan online (internet). Siapapun sekarang bisa menjadi seorang wartawan, dengan makin meluasnya media online (media cyber). Yang penting bisa membuat berita/tulisan, dan tahu mengutak-atik komputer atau melalui smartphone. Jurnalis online boleh saja dianggap jurnalis inkonvensional, tapi kenyataannya banyak informasi dari media online yang sangat membantu arus informasi lebih aktual dan bermanfaat bagi siapa saja. Pengaruh media online diakui kini makin terasa terhadap eksistensi media cetak.
Maka, jika semua orang bisa menjadi wartawan, kenapa harus menjadi pembaca atau pengakses berita belaka. Daftar saja ke satu blog atau buat blog pribadi, Anda pun sudah bisa menjadi pewarta. Tapi dengan catatan, tulis atau postinglah berita atau artikel yang menarik, eksklusif, bernilai plus, dan bermanfaat untuk semua orang.
Langganan:
Postingan (Atom)



