Kamis, 25 Februari 2016

Wilmar Marpaung, Kapolda Terbaik di Indonesia



Brigjen Pol Wilmar Marpaung =

 BATAKINDONEWS.COM – Banyak putra Batak di berbagai lini profesi yang meraih prestasi mengagumkan. Salah satunya adalah Kapolda di wilayah Sulawesi ini, seperti dipetik situs web ini dari media online beritamanado.
 Satu kata untuk Kapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Wilmar Marpaung, mantap! Itulah ungkapan spontan Kapolsek Tompaso IPTU Mardy Tumanduk kepada BeritaManado.com, Minggu (21/2/2016) terkait penghargaan Kapolda terbaik se-Indonesia yang diterima atasannya itu. Sebuah prestasi yang pantas diapresiasi seluruh jajaran Polda Sulawesi Utara.
 Hebatnya lagi sebagaimana dilansir dari sebuah media online nasional, bahwa raihan penilaian yang diperoleh yaitu angka sempurna 100 poin dari seluruh kategori penilaian.
Penghargaan tersebut terkait keberhasilan jenderal polisi asal tanah Batak ini menurunkan angka kriminalitas melalui upaya memberantas aksi premanisme dan kejahatan jalanan. Penilaian tersebut kabarnya sudah sesuai dengan rekapitulasi hasil kegiatan Satgas Program Prioritas Kapolri tahap II periode Agustus hingga Desember 2015.
 Hasil penilaian tersebut disampaikan langsung dari Mabes Polri melalui fasilitas teleconference dengan jajaran Polda se-Indonesia. Melalui Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi bahwa pihak Polda Sulut sendiri tidak mengetahui soal hasil penilaian tersebut. Demikian juga dengan jajaran yang ada di Polres Minahasa.
 Kapolsek Tumanduk juga mengatakan bahwa pihaknya hanya bekerja sesuai instruksi atasan dan dalam koridor tugas-tugas kepolisian secara umum. Diakuinya, dengan dibentuknya sejumlah Tim Khusus seperti Baracuda, Manguni, Paniki, Maleo Totozik dan Tarsius adalah bentuk dari upaya kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Ini berkat kerja sama terstruktur dari seluruh jajaran mulai dari Polda hingga ke Polsek-Polsek. Namun demikian peran masyarakat terhadap keberhasilan tugas-tugas kepolisian juga sangat besar meski hanya sebatas pemberi informasi sebelum ditindaklanjuti,” kata Tumanduk. (bm)

Senin, 22 Februari 2016

(SKETSA) Gigihnya Boru Batak Melawan Ganasnya Kanker

BATAKINDONEWS.COM -

Kantor Imigrasi di beberapa tempat di Sumut, dari hari ke hari selalu penuh dengan warga Indonesia yang mengurusi paspor. Tak hanya di Gatsu atau Mangkubumi Medan, juga di perwakilan imigrasi Sibolga dan Siantar.
Itu memang hal yang biasa, mengingat masa sekarang ini ada kecenderungan kalau warga Sumut juga makin suka bepergian ke luar negeri untuk berbagai urusan, termasuk berwisata rohani ke Yerusalem. Keinginan jalan-jalan ke berbagai sudut dunia, makin terbuka dengan munculnya berbagai biro perjalanan (travel) hingga di kota kecil seperti Tarutung dan Balige.
 Tapi, kenyataannya tak semua yang berurusan paspor itu tujuannya untuk melancong-lancong. Banyak dari warga Sumut, khususnya dari kawasan Tapanuli, berurusan paspor hanya untuk berobat ke Pulau Pinang (Penang), Malaysia.
 Kenapa harus ke Penang? Pengakuan yang dihimpun www. batakindonews.com dari sejumlah orang Batak di Kantor Imigrasi Jalan Mangkubumi dan Gatot Subroto Medan, setidaknya didorong oleh rasa tidak puas dan kurang optimis terhadap pelayanan yang baik dari dokter dan rumah sakit yang ada di daerah itu. Dorongan berobat ke Penang makin bergelora lagi setelah mendengar cerita dari orang-orang yang berhasil disembuhkan di beberapa hospital di negeri jiran itu.
 Dari observasi sepintas yang dilakukan situs web ini di dua hospital di Penang, seperti Adventis dan Mount Miriam Hospital, ternyata banyak orang Batak (selain Tionghoa) yang dominan menjadi pasien di sana.
 Lalu penyakit apa saja yang dibawa ke Penang? Cukup mengherankan dan membuat hati miris. Meskipun banyak juga pasien itu datang ke Penang sekedar check-up atau mengobati penyakit umum, ternyata banyak dari pasien itu adalah boru Batak yang berjuang melawan ganasnya penyakit kanker yang bersarang di tubuhnya.  Banyaknya perempuan Batak yang mengidap sakit kanker dengan jenis dan stadium berbeda, bisa disaksikan sendiri di Mount Miriam Hospital di kawasan Tanjung Tokong. Rumah sakit ini konon merupakan hospital rujukan bagi pasien kanker yang harus menjalani pengobatan dengan kemoterapi, radiasi, tomoterapi, brakiterapi. 
 Tapi mengobati kanker di sana, tidaklah semudah dibayangkan. Selain memerlukan biaya relatif besar, waktu yang tidak singkat, para pasien dan keluarga yang mendampingi harus siap menginap di tempat yang mereka pilih. Boleh di hotel yang banyak bertebar di Penang, atau boleh juga pada homestay atau rumah biasa yang belakangan makin banyak dibisniskan pemilik menjadi tempat akomodasi khusus bagi orang sakit. Yang terakhir ini menjadi pilihan kebanyakan pasien kanker di Miriam Hospital, karena dianggap lebih praktis. Banyak orang Batak yang harus memasak makanan sendiri untuk menghemat kost. Mereka, terutama boru Batak yang sedang menghadapi keganasan sel-sel kanker itu terlihat begitu semangat dan gigih untuk melawan penyakit jahat itu. Apapun akan kami korbankan selagi bisa, asalkan masih bisa hidup lebih lama tanpa kanker, ujar seorang ibu boru Simbolon dari Simalungun.
 Lalu apa saja yang diderita para boru Batak yang jauh-jauh datang dari tempat asalnya ke Malaysia. Penulis web ini akan menurunkan beberapa cuplikannya pada bagian lain liputan khas dari Pulau Pinang pada kesempatan lain. Teruslah mengikuti, jika berkeinginan untuk mengetahui lebih jauh....

Bah, Aha Muse On ! Ibu Ini Menikahi Putranya Sendiri Setelah Dihamili




 BATAKINDONEWS.COM -
 Bagi suku yang sangat pantang menerima perilaku perkawinan sedarah (incest) seperti orang Batak Toba, pastilah kasus seperti ini akan mengundang caci atau sumpah serapah. Jangankan perkawinan sedarah, sedangkan pernikahan sama marga juga dipantangkan. Bahkan masih ada kelompok marga di Tanah Batak yang masih melarang perkawinan marga yang tergabung dalam kelompok itu.
 Tetapi, begitulah dunia ini. Makin hari makin banyak peristiwa aneh terjadi. Seorang ibu di Zimbabwe membuat keputusan yang sangat tidak bisa diterima orang kebanyakan. Perempuan berusia 40 tahun ini memutuskan untuk menikahi anaknya sendiri yang kini berusia 23 tahun.
Kabar pernikahan inses ini membuat dunia geger. Perempuan yang bernama Betty Mbareko ini kini tengah mengandung enam bulan hasil hubungannya dengan anaknya sendiri. Betty mengandung anak sekaligus cucunya sendiri.
  Seperti dilansir butthatsnoneofmybusiness.com perempuan itu telah menjanda selama 23 tahun karena suaminya meninggal. Karena tak punya suami, banyak saudara-saudaranya yang mengajaknya berhubungan seks. Namun ia menolaknya.
 Setelah dituduh melakukan inses, ia mengatakan di pengadilan bahwa ia berhak menikahi anaknya karena ia selama ini yang membiayai hidup dan sekolahnya selama bertahun-tahun. Dan dia tak ingin ada wanita lain yang mendapatkan keuntungan dari anaknya.
Farai Mbereko pun tak menolak perniakhan inses ini. Ia sungguh-sungguh ingin menikahi ibunya. Dan ia pun bersedia membayar utang-utang yang ditinggalkan ayahnya.
 Sementara itu pemimpin setempat, Nathan Muputirwa mengatakan, sebenarnya dia melarang hal itu terjadi di wilayahnya, ini adalah hal terburuk yang tak boleh dilakukan. Dia lalu menceritakan bahwa zaman dahulu jika terjadi perkawinan inses pelaku harus dibunuh.  "Tapi sekarang kita tak bisa melakukan itu, karena takut pada polisi, "katanya. (citizen6-lip6)






Wakil Bupati Simalungun Dieksekusi Jaksa 2 Tahun


   BATAKINDONEWS.COM - Perjuangan seseorang meraih suatu posisi terhormat terkadang mengalami romantika yang mengundang keprihatinan, sekaligus bahan perbincangan ramai. Agaknya seperti itulah sandungan yang harus dialami  Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga, pasangan Bupati JR Saragih, yang memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Simalungun, akhirnya dieksekusi kejaksaan, Senin (22/2), sebagaimana dilansir media cetak dan online.
  "Eksekusi itu dilakukan Kejaksaan Negeri Simalungun. Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Simalungun," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Bobbi Sandri.

  Bobbi mengatakan, putusan Mahkamah Agung (MA) menyatakan Amran Sinaga bersalah atas kasus penyalahgunaan wewenang. MA memutuskan Amran Sinaga dipenjara dua tahun.

  Seperti yang diketahui, Amran Sinaga diproses kejaksaan dengan tuduhan membuat surat palsu dengan menyalahgunakan kewenangannya. Saat itu, Amran menjabat sebagai seorang Kepala Dinas Kabupaten Simalungun.

  Saat persidangan di Pengadilan Negeri Simalungun, hakim menyatakan Amran Sinaga tidak terbukti bersalah maka harus dibebaskan. Jaksa kemudian melakukan banding, sehingga MA mengeluarkan putusan Amran bersalah.
 Seperti diberitakan media pula, pasangan yang dikenal dengan semboyan Simalungun Mantap itu belum dilantik setelah kemenangan ditetapkan, akibat salah satu pasangan itu (Amran Sinaga) berstatus tersangka/terpidana.  [Sp)

Sabtu, 20 Februari 2016

Akhirnya Danau Toba Jadi Perhatian Khusus Presiden

Salah satu view Danau Toba di Tuktuk (Foto: Leonardo TSS) =

 JAKARTA, BATAKINDONEWS.COM -  Akhirnya Danau Toba yang selama ini hanya digembor-gemborkan dengan 1001 rencana dan dibahas di seminar, menjadi fokus perhatian presiden di era kekuasaan Jokowi. Presiden Jokowi sudah menetapkan 10 Destinasi Prioritas di pariwisata. Salah satu mimpinya, Danau Toba  harus segera menjadi “Top Destination” yang mampu menyedot minimal 1 juta wisatawan mancanegara.
“Istilah yang sering dipakai adalah menjadi “Bali” baru. Kawasan yang daya pikat wisatanya kuat, aksesnya bagus, dan daya tampung amenitasnya meyakinkan!” kata Jokowi di Jakarta.
Menpar Arief Yahya pun dengan nada optimis menjawab mengapa tidak? Visi pengembangan kawasan Danau Toba adalah menjadi destinasi yang memiliki kekuatan daya tarik yang berbasis pada potensi alam.
Karena itu, Kemenpar tengah mengupayakan Toba menjadi bagian dari Global Geopark Network. Tujuannya? Menjadikan Toba sebagai Destinasi Pariwisata Nasional dan Internasional yang kaya akan potensi budaya dan berkelanjutan, dan sanggup menarik 1.000.000 wisman tahun 2019.
“Strategi pengembangannya, fokus pada elemen 3A yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Target pasar utama, turis dari negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia dan Singapura, mereka tidak punya atraksi danau seteduh Toba. Lalu turis Eropa khususnya Belanda dan Perancis. Keduanya saat ini juga sudah cukup tertarik dan banyak yang sudah paham,” jelas dia.
Target pasar sekunder, turis yang berasal dari Australia dan Amerika. Adapun, target wisatawan nusantara berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa, dan Sumatera seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Palembang.
Wisatawan ASEAN umumnya datang untuk sightseeing dan leisure, sedangkan wisatawan dari Eropa bertujuan untuk mengeksplorasi keindahan alam, berpetualang, advanture, meneliti serta melihat secara langsung Geopark Kaldera Danau Toba.
Kunci menuju sukses menangani kawasan Danau yang ditengahnya terdapat Pulau Samosir itu. Pertama, Integrated Planning termasuk Zonasi dan Delineasi KSPN Danau Toba dan sekitarnya.
Kawasan itu bukan hanya danaunya saja, tetapi hampir menyeluruh se-Sumatera Utara. Koneksitas antara satu objek dengan objek yang lain. Atraksi dari satu titik ke titik lain. “Jadi jangan dibayangkan hanya danau-nya saja? Danau itu hanya sebagian kecil saja,” kata Arief Yahya.
Kedua, shared infrastructure. Pembangunan dan peningkatan jalan nasional dan tol. Diantaranya, tol Medan-Kualanamu-Perbarakan-Tebing Tinggi sepanjang 61,8 kilometer. Itu sudah dan sedang dilakukan, diperkirakan tuntas pada 2017.
Lalu rekonstruksi atau peningkatan struktur jalan yang sudah dimulai sejak 2015 lalu, dari Silimbat-Siborong-borong. Termasuk Kota Tarutung: Siantar-Silimbat, Kab Simalungun-Silimbat. Kabupaten Tapanuli Utara, jalan seksi Lau Lisang.
“Termasuk percepatan usulan agar Jalan Lingkar di Danau Toba dan Samosir dijadikan sebagai jalan nasional, agar bisa dihandle dari pusat,” kata dia.
Ketiga, peningkatan kualitas bandara, baik Kuala Namu, Silangit, Sibisa yang akan diperpanjang dan diperlebar runway-nya. Keempat, rehabilitasi dermaga yang mulai dilakukan sejak 2015. Persisnya di Mogang Palipi, Meat, Simanindo, Tiga Ras, P.Sibandang. Kelima, pengembangan Danau Toba sebagai Global Geopark Network (GGN).
Keenam, diformat pelayanan satu pintu, atau one stop service. Lalu ketujuh, skema insentif untuk investasi dan bisnis. Dengan begitu, Toba merupakan kawasan yang seksi bagi pelaku bisnis pariwisata.
“Karena itu, saat rapat koordinasi di Toba, melibatkan banyak kementerian, seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Kehutanan, Menteri Perikanan dan Kelautan, Menteri Perhubungan, Menteri Menko Kemaritiman, Menkumham, dan Menko Polhukam.
“Arahan Presiden Jokowi sudah sangat tegas, pada Sidang Kabinet 4 Januari 2016 lalu. 2016 adalah tahun percepatan. Pastikan kemajuan di lapangan 10 titik destinasi prioritas itu,” jelas Arief.
Ke-10 Destinasi Prioritas itu antara lain, Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. [Sp)

Salah Satu Terpidana, Pemenang Pilkada Simalungun Tak Dilantik

Ferry Kurnia, Komisioner KPU (ggl/sp) =

 Jakarta,BATAKINDONEWS.COM -  Ini berita gawat buat pasangan pilkada Simalungun. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bakal tidak melantik pemenang Pilkada Simalungun, JR Siragih dan Amran Sinaga. Pasalnya, status Amran Sinaga masih terpidana.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai sejak awal pihaknya sudah tidak memperboleh Amran Sinaga menjadi peserta pilkada karena status sebagai terpidana.
“Terpidana, kan seperti itu yang sudah diatur di UU pilkada. Bahkan di pemilu kemarin, agak lebih berat, kita usulkan untuk yang terpidana jangan dilantik oleh presiden dan presiden ternyata mendengar usulan kita,” ujar Ferry di Gedung KPU, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (18/2).
Dalam UU Pilkada, kata dia kalau yang tersangka masih diperbolehkan menjadi calon kepala daerah karena belum berkekuatan hukum, masih dalam asas praduga tak bersalah. Meskipun yang tersangka tersebut diberi keterangan bahwa yang bersangkutan adalah tersangka.
Terkait pilkada ulang jika JR Siragih dan Amran Sinaga tidak jadi dilantik, Ferry mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dari Kementerian Dalam Negeri.  [sp)

Kekasihku Preman Pinggiran (3)




 BINDU – 3

Hatinya Marice berbunga-bunga berangkat dengan Berman ke Parapat esok harinya. Tiga anaknya yang masih kecil diikutkan karena kebetulan dua hari liburan sekolah. Karena itu hatinya Jenni ikut berbunga. Kalau isteri pamannya meninggalkan satu saja anak dari suami pertamanya itu, ia bakal repot. Pasti Marice menugasinya menjaga anak itu seperti sebelumnya kalau perempuan itu bepergian kemana.
 “Hati-hati jaga rumah baik-baik,jangan pergi kemana-mana.Ingat sekarang banyak orang jahat,” pesan Marice sesaat sebelum berangkat.
 “Ya nantulang,” kata Jenni. Lalu kemudian bertanya,” Tapi apa boleh saya panggil Ida nemani aku selama nantulang tak di sini?”
Marice berpikir sejurus, sebelum menyahuti “ Oke lah kalau si Ida bolehlah, tapi kalian jangan undang cowok ke rumah. Aku tak suka.”
 Jenni tahu kenapa Marice berkata begitu. Dulu pernah ada anak tetangga bernama Jonggi rajin main-main ke rumah pamannya ketika paman dan isterinya sedang tak di rumah. Sebenarnya tak berduaan dengan Jenni. Ada Bornok dan Ida juga. Mereka bernyanyi sampai malam di teras. Anak bawaan Marice paling besar bernama Riko memberitahu hal itu pada mamanya. Marice marah besar. “Oooh, kamu sudah berani bawa anak lelaki ke rumah kalau aku lagi pergi ya. Apa kamu tidak takut kalau kamu diapa-apain sama dia. Lihat tuh si Intan anak gadisnya Pak Riwan sana, suka main-main sama cowok di rumahnya, akhirnya ketahuan bunting... Jangan-jangan...” Marice uring-uringan setengah harian pada Jenni. Jenni merasa sakit hati dituding yang macam-macam.
 “Kami hanya main di teras aja nantulang, lagian ada Bornok dan Ida,” kata Jenni membela diri.
Mendengar nama Bornok, Marice malah berang.” Nah Bornok lagi, aku paling tak suka kamu berteman sama dia. Dia itu bukan gadis baik-baik, nanti kamu bisa dijualnya bulat-bulat.”
Jenni kaget mendengarnya. Setahunya Bornok itu salah satu anak gadis terbaik di kompleks bernama PINGGIRAN itu. Dia ikut kumpulan muda-mudi gereja, rajin latihan koor remaja. Bahkan pernah jadi guru sekolah minggu. Kenapa Marice bilang tak suka dan bilang Bornok bukan gadis baik-baik? Pasti ada udang di balik batu. Tapi Marice diam saja. Tak sudi berbantah dengan isteri baru pamannya.
Jenni menghela nafas. Ia duduk bersandar di kursi menghidupkan tv. Saat suasana lengang seperti ini perasaannya nyaman. Ia akan mereguk kebebasan meski sadar itu tak akan lama. Jenni mengutak-atik Black Berry nya, mengirim sms pada Ida.
“ Mereka semua pergi, kamu lagi di mana Ida, temani aku dong.”
Ida lagi nyetrika kain di rumahnya. Juga lagi sendiri. Pada hal baru satu jam sebelumnya Jonggi dari rumahnya curhat tentang isi hatinya pada Jenni. Jonggi minta agar Ida menyampaikan kepada Jenni kalau dia suka pada ponakan Berman itu.
 Ida membaca sms Jenni, langsung dibalasnya: “Ntar sore atau malam aja ya Jen, aku lagi banyak kerjaan. Atau kalau bisa, Jenni aja deh yang datang ke rumahku. Kebetulan aku lagi sendiri juga seperti kamu...dan kebetulan sekali Jonggi baru dari sini...”
 Jenni membalas sms Ida.” Kenapa dengan Jonggi? Kok kamu kaitkan ke aku?”
 Ida membalas,” Ah sudahlah Jen, tampaknya dia naksir kali sama kamu. Dia tadi bilang lagi sama aku, kirim salam sama Jen, cuma belum sempat karena aku banyak kerjaan di rumah. Oke Jen, kalau kamu sempat datang aja kemari yah.”
 Jarak rumah pamannya ke rumah Ida tak terlalu jauh. Paling sekitar 700 meter, tapi agak masuk ke dalam sebuah gang. Jenni mengunci rumah sebelum pergi ke rumah Ida. Tapi ia balik lagi baru beberapa langkah meningggalkan halaman. Teringat anjing hitam kesayangan pamannya harus diberi dulu makan.” Sini kau mofiiii, ini makananmu, aku pergi sebentar ya, kamu jagai rumah.”
 Anjing hitam yang dinamai si Mofi muncul dari samping rumah, mengibaskan ekornya, mengikuti Jenni ke arah dapur.
 Susanti, nyonya pemilik rumah di seberang, sedang membuka jendela melongok keluar. Dia itu teman kompaknya Marice satu arisan. Ia melihat Jenni berjalan menyusuri jalan berbatu ke arah timur.  Jenni sempat menoleh melihat perempuan itu, dan perasaannya tak enak. Itu perempuan paling usil di komplek ini. Suka meramu gosip, sama halnya dengan Marice.
“ Waduh, aku dilihatnya, aku tak boleh lama di rumah Ida, nanti macam-macam pula laporannya,” gumam Jenni resah.
Komplek Pinggiran itu lumayan ramai terutama tiga tahun terakhir. Awalnya daerah ini merupakan area persawahan. Tapi sawah itu dijual pemilik dan secara bertahap mulai ditimbun untuk keperluan rumah pemukiman. Komplek itu diapit tiga dusun, tapi berdiri sendiri menjadi sebuah kompleks yang tak terkait dengan area dusun. Kebanyakan penghuni di sana para pendatang dengan ragam profesi. Ada PNS, pedagang, karyawan, dan entah apa lagi. Sekitar empatpuluhan rumah sudah berdiri di  sana. Sesuai dengan pprofesi penghuni yang berbeda status, bentuk rumah juga berbeda satu sama lain. Dari rumah yang kategori cukup elit hingga rumah biasa terbuat dari papan. Tapi para penghuni kompak satu sama lain. Tak ada di sana yang namanya raja huta, karena mereka semua pendatang yang membeli tanah dan membangun rumah. Belakangan ada terbentuk semacam kumpulan STM (Serikat Tolong Menolong), untuk membina kerukunan di komplek tersebut. Kumpulan STM itu juga untuk dilengkapi seksi-seksi, di antaranya seksi remaja. Jenni termasuk salah satu anggotanya. Bahkan ia dipilih menjadi sekretarisnya, walau nantulangnya Marice awalnya tak setuju karena khawatir Jenni jadi banyak keluar rumah urusan seksi remaja. Tapi karena semua meminta, akhirnya Marice menerima juga.
 Ida melihat Jenni dari jendela. Ida juga salah satu bunga mawar di kompleks Pinggiran, tak kalah cantik menarik dari Jenni. Bersama Bornok mereka jadi tiga sekawan yang populer. Cuma bedanya, Bornok dan Ida punya kebebasan, sedang Jenni terbatas ruang gerak. Kalau mereka sudah jalan bertiga, semua orang akan memandang kagum. Ida, Bornok, Jenni, sungguh memiliki daya tarik sebagai gadis yang sedang tumbuh oleh proses waktu. Banyak anak lelaki di kompleks dan seputaran dusun harus menekan perasaan terpendam pada ketiga gadis ini. Bahkan anak muda dari kawasan kota juga makin   muncul di kawasan itu naik sepeda motor, dan seperti umumnya gaya anak muda sekarang mereka suka pamer membunyikan mesin motornya meraung-raung sehingga terkadang suasana jadi bising.
Itu sebenarnya semua ulah Jonggi yang banyak bergaul dengan anak kota. Jonggi memberitahu teman-temannya bahwa di tempatnya sekarang banyak cewek cantik yang bisa diperli. Itu sebabnya anak-anak kota – beberapa di antaranya tergolong anak orang kaya – sering mondar-mandir ke komplek Pinggiran. Mereka memasang aksi masing-masing, berusaha menarik perhatian khusus dari gadis yang ada di sana. Terkadang mereka ramai-ramai memborong minuman di kedai Paragat, main gitar, nyanyi ramai-ramai hingga larut malam. Tapi sejauh itu belum ada memang yang dapat pacar. Baru sekedar aksi jual tampang, mengundang perhatian.
Bornok dan Ida sudah diincar dua pemuda kota bertampang lumayan ganteng. Belum ada hubungan khusus. Masih sebatas pendekatan. Tapi ketika ada anak kota yang bilang naksir bangat sama Jenni, Jonggi yang keberatan. “Dia itu berat, susah didekati, karena pingitan,” begitu dalih Jonggi menghalangi Ronni mendekati Jenni.
 Tapi Ronni tak percaya begitu saja. Dia mengendus aroma kecemburuan dari sinar mata Jonggi.
“Ahaaa...bilang aja kamu memang sudah terpendam sama dia,” Ronni tertawa ngakak. Jonggi tersipu merasa kena sodok.
“Yalaah, Jonggi memang cintrong bangat sama Jenni,” kata Ida menimpali.
“ Tapi kan belum ada apa-apa, Jenni masih belum punya siapa-siapa kok,” tukas Bornok nimbrung.
Jonggi kesal jadi bahan olokan. Tapi dalam hati ia sudah bersumpah pada diri sendiri,” Tak akan boleh siapapun mendekati Jenni, biar hantu balau sekalipun akan kuhalangi.”
Di antara rimbun pepohonan bambu yang menjadi batas komplek dengan dusun-dusun sekitarnya, ada seorang pemuda bernama Marco yang mengamati semua geliat yang terjadi di sana. Tak seorang pun memperhatikan siapa Marco. Dia pemuda berusia 28 tahunan yang baru tiga bulan pulang kampung dari Surabaya, karena sakit malaria. Orangnya tak banyak bicara, jarang keluar rumah. Dengan wajah tampan dan perawakan yang tegap, seharusnya Marco menjadi pujaan anak gadis. Tapi ia hanya tersenyum hambar ketika ada anak gadis bahkan ibu-ibu muda mengundang canda padanya. Kebanyakan orang yang tahu keberadaan Marco di sana berpendapat Marco seorang pemuda yang ramah, santun, tapi tak banyak bicara. Tapi bagi orang yang kenal dekat dengan Marco, akan berpikir tujuh kali untuk bicara main-main dengannya, karena tahu siapa Marco di Surabaya.
“Marco itu katanya tukang pukul dan tahan ditikam ya,” ada mulut usil mengungkapkan kemisteriusan Marco.
 “Ah yang benar kamu, dari mana pula kamu tau, hati-hati mulutmu,” tukas seorang ibu pada anaknya.
“Aku tau dari keluarga dekatnya Bu, Marco itu kelihatannya diam-diam begitu, rupanya dia itu bekas preman di Surabaya. Apa benar ya, ih ngeri Bu liatin tatto di punggung dan dadanya...”
“ Dari mana pula kamu tahu ada tato segala.”
“Pernah kuliat dia berjemur depan rumahnya, aku tak berani liat mukanya, sepertinya menikam ke jantung,” makin dibumbui lagi.
“Kalau begitu menjauhlah dari dia,” kata ibu si anak.
Tapi Marco tak pernah tahu kalau dirinya belakangan dipergunjingkan warga seputar. Marco setiap hari menjalani kehidupannya dengan tenang, nyaris tanpa emosi, dan tak begitu tertarik dengan suasana di sekitarnya. (Next-)