Selasa, 11 Agustus 2015

Ingin Bertemu Anaknya,Gelandangan Ini Main Piano di Jalanan



Gelandangan ini main piano di jalanan  dengan kepiawaian luar biasa, hanya untuk bisa bertemu anaknya.=

  SARINGAR.Net - Ini memang luar biasa. Seorang pria gelandangan setiap hari bermain piano di jalanan Florida. Kemampuannya bermain piano membuat banyak orang terpukau dan seringkali berhenti demi mendengarkan permainannya yang indah. Seorang wanita berpendapat bahwa permainan pianonya sempurna, kemudian merekam aksinya dan mengunggahnya di YouTube. Ceritanya tak berhenti di sini. Yang paling mencengangkan adalah alasan mengapa pria ini bermain piano setiap hari. Ternyata meski dia hanya seorang gelandangan, rasa cinta terhadap darah dagingnya masih melekat pada dirinya.

Donald Goud, nama gelandangan tersebut, berharap dia bisa bertemu dengan putranya dengan bermain piano di pinggir jalan setiap hari. Donald tahu bahwa aksinya akan menarik perhatian dan berharap suatu hari putranya akan melihatnya, kemudian mau menemuinya.

Donald yang dulunya adalah veteran angkatan laut kehilangan hak asuh atas putranya yang saat itu berusia tiga tahun. Istrinya telah meninggal pada tahun 1998 dan sejak itu Donald terlibat dengan obat-obatan terlarang hingga pemerintah mengambil hak asuh atas anaknya.

Donald mengaku dia tak pernah belajar piano secara profesional. Dia berlatih piano secara otodidak dan sudah menggelandang selama enam sampai tujuh tahun. Kini videonya di YouTube memang benar-benar telah meledak dan bahkan menarik minat wartawan untuk meliputnya.

Saat ini, banyak orang tengah melakukan penggalangan dana untuk Donald agar dia bisa memiliki tempat tinggal yang layak dan sertifikat untuk bisa mengajar musik. Ingin melihat aksi Donald bermain musik? Bisa dinikmati di You Tube. (mdk)

Minggu, 09 Agustus 2015

Komitmen Dirut AP II : Bandara Silangit Menuju Bandara Bertaraf Internasional


Bupati Nikson berbincang dengan Dirut AP II dan Ketua Komisi V DPR-RI di Bandara



BATAKINDONEWS.COM - -Dirut Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi menyatakan komitmennya bahwa mulai TA 2015 secara bertahap Bandara Silangit di Kecamatan Siborongborong,Tapanuli Utara, akan dikembangkan menjadi bandara internasional.  Hal itu diungkapkan Dirut AP II kepada anggota DPR Komisi V pada kunjungan kerja ke bandar udara Silangit, Siborongborong, Selasa (4/8).
  “Bandara Silangit akan dikembangkan secara bertahap dengan alokasi anggaran pengembangan 50 miliar pertahun yang akan direalisasikan mulai akhir 2015 ini dengan tahap pertama akan mengintensifkan pelayanan penerbangan dengan rute Silangit-Medan dan Silangit-Batam,  dan selanjutnya akan dikembangkan dengan rute penerbangan Silangit-Jakarta.  Sedangkan skema pembebasan lahan pengembangan runway landasan dan fasilitas lainnya, pihak AP II telah melakukan kesepakatan dengan Pemkab Taput, dimana AP II fokus pada pengembangan pembangunan, sementara Pemkab Taput memfasilitasi pembebasan lahan masyarakat  yang akan realisasi mulai tahun 2015 ini“, ungkap Budi dalam penjelasannya.
  Ketua tim kunker  anggota DPR RI Komisi V ke Tapanuli, Michael Wattimena, SE, MM mengungkapkan bahwa sesuai hasil kunker tim yang dilakukan ke daerah di kawasan Danau Toba, para kepala daerah di kawasan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan bandara Silangit menjadi bandara internasional karena menjadi pintu gerbang pengembangan perekonomian di kawasan Danau Toba karena lokasinya yang sangat vital disertai aksesibilitas yang baik dengan daerah-daerah seperti Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah dan Simalungun bahkan dairi dan pakpak barat.  Melihat realita  dan kondisi di lapangan serta aspirasi masyarakat  kami sebagai wakil rakyat mendorong upaya percepatan pengembangan bandar udara tersebut menjadi bandara internasional “, ujar Wattimena.
  Wattimena menambahkan, salah satu tujuan kunker para anggota DPR RI Komisi V tersebut merupakan bentuk perhatian khusus pemerintah pusat serta diharapkan memberikan manfaat bagi daerah-daerah di kawasan Danau Toba/Tapanuli dengan mendorong percepatan pembangunan kawasan danau Toba yang akan diproyeksikan menjadi Geopark Kaldera Toba.  Salah satu persyaratan Danau Toba untuk dijadikan taman bumi internasional (Global Geopark  Network ) adalah dukungan ketersediaan infrastruktur baik jalan maupun jalur transportasi udara.  Mengingat besarnya manfaat yang akan diterima masyarakat di kawasan Danau Toba serta bangsa Indonesia, bila Danau Toba menjadi Global  Geopark Network oleh UNESCO, maka pemerintah pusat berkewajiban mendukung serta mendorong pengembangan Bandar Udara Silangit menjadi Bandara Internasional.
  Senada dengan Wattimena, Anggota DPR RI Sukur Nababan memaparkan, bahwa di era  70 dan 80-an, masyarakat internasional  lebih mengenal Danau Toba dan Bali dibandingkan Indonesia, namun sekarang tinggal Bali yang masih dikenal sementara kawasan Danau Toba semakin terabaikan. Hal itu diakibatkan kurangnya perhatian terhadap pembangunan, pengembangan kawasan tersebut seperti minimnya infrastruktur pendukung serta kualitas jalan transportasi yang buruk. Tentu hal itu menimbulkan keprihatinan karena Danau Toba juga bahagian Indonesia dan berhak mendapat perhatian semua kalangan. Untuk itu perlu ada  terobosan dan  gerakan masif dalam mendorong pengembangan kembali Danau Toba sebagai destinasi wisata, salah satunya pembangunan Bandara Silangit menjadi pintu gerbang pengembangan pariwisata dan bidang lainnya “, ujar politisi PDI-P tersebut.
 Terkait komitmen tersebut, Bupati Taput Drs Nikson Nababan yang didampingi Wakil Bupati  Mauliate Simorangkir menyambut baik keputusan pihak AP terkait pengembangan bandara Silangit tersebut.  “Saya dan seluruh masyarakat Tapanuli menyambut baik serta mengucapkan terima kasih, karena pengembangan bandara Silangit menjadi bandara internasional merupakan cita-cita seluruh masyaraka Tapanuli Raya untuk peningkatan perekonomian di Tapanuli Utara serta daerah lainnya yang berada di kawasan Tapanuli“, ungkap Bupati. 
 Secara spesifik  Nikson Nababan menyatakan, keberadaan bandara Silangit sangat vital dan strategis untuk peningkatan perekonomian rakyat seperti dibidang pariwisata, pertanian, pendidikan serta bidang lainnya yang berhubungan dengan hajat hidup masyarakat. Tentu upaya pemerintah pusat sebagai wujud nawacita presiden untuk menjadikan bandar udara ini menjadi bandara internasional akan disambut sukacita seluruh masyarakat, karena turut mendukung upaya Taput sebagai lumbung pangan, SDM berkualitas serta daerah wisata“, ujarnya.
 Kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi V tersebut  terdiri  dari Michael Wattimena, SE,MM, Sahat Silaban, Sukur Nababan, H. M Salim Fakhry, SE, MM, DR. Capt. Anton Sihombing, DR. Ir H Bahrum Daido, M.Si, Hj. Hanna Gayatri, SH, Hj. Nurhayati  didampingi Kepala Balai Sungai dan Air Sumatera II, Direktur ASDP, serta Kepala BMKG. Hadir juga sekjen Partai Demokrat DR. Hinca Panjaitan, SH, M.Hum yang juga getol menyuarakan serta mendorong percepatan pembangunan bandara Silangit. Kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V dirangkai dengan pemberian ulos  oleh tokoh masyarakat Taput sebagai simbol ikatan bathin serta harapan agar pemerintah pusat terus mendukung serta mendorong pembangunan di kawasan Danau Toba.
 Turut hadir Ketua DPRD Taput Ir. Ottoniyer Simanjuntak, Kasdim 0210/TU Mayor K Napitupulu, Sekdakab Taput Edward Ramses Tampubolon, SE, Ass. Pemerintahan Drs. HP Marpaung, Ass. Ekbang Drs Parsaoran Hutagalung dan para pimpinan SKPD Pemkab Taput, tokoh masyarakat dan adat. (Posting By: Leonardo Simanjuntak)



Senin, 03 Agustus 2015

Nikson Budayakan Gotroy, Minta Kaum Bapak Kurangi ke Lapo Tuak



Bupati Nikson Nababan bersama Asisten III Drs HP Marpaung meninjau parit di
jalan Tarutung-Sipoholon saat memimpin gotroy Jumat (31/7).

 BATAKINDONEWS.COM - Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan tampaknya tidak setengah hati dengan komitmennya menghidupkan kembali budaya gotong roying ditengah masyarakat Tapanuli Utara. Berulang kali ia mengimbau masyarakat agar bersedia menyediakan sedikit waktu setiap minggu melakukan pembersihan di lingkungan masing-masing. Bupati ini juga komit mendeklarasikan Tahun 2015 sebagai tahun gotongroyong.  Dalam aktivitasnya terbaru Nikson Nababan turun secara langsung bergotong royong bersama seluruh PNS Pemkab Tapanuli Utara dan masyarakat Kecamatan Sipoholon serta meninjau secara langsung pembangunan bendungan raksasa  di tanggul Aek Sigeaon Kecamatan Sipoholon, Jumat (31/07).
“Kita sukseskan bersama pencanangan tahun ini sebagai tahun gotong royong melalui jumat bersih setiap kantor, seluruh desa dan kecamatan se-Tapanuli Utara. Kita mulai dari diri kita masing-masing, kita bersihkan diri kita, rumah dan pekarangan kita dan lingkungan kita, maka daerah kita akan tercipta, bersih dan nyaman,” ujar Nikson dalam sambutannya di Desa Simanungkalit dihadapan masyarakat usai gorong royong.
 Bupati  menyampaikan bahwa budaya gotong royong harus  dihidupkan kembali baik dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan  serta menjaga sarana dan prasarana umum, juga dalam mewujudkan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan. “Kita buka lahan-lahan tidur, kita manfaatkan bantuan-bantuan pemerintah di bidang pertanian, seperti bantuan handtractor, bibit, pupuk bersubsidi, pupuk organic dan sarana lainnya. Kita hidupkan budaya margotong royong atau dalam bahasa Batak Marsialap ari, saling membantu dalam membuka lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif untuk meningkatkan hasil pertanian kita sehingga masyarakat Taput menjadi pelopor-pelopor di bidang pertanian, nantinya bisa menciptakan petani-petani sukses berdasi,” ujarnya menekankan.
 Bupati Taput juga menegaskan bahwa  pembangunan dunia pendidikan  sebagai prioritas sudah menjadi harga mati baginya dalam menciptakan Tapanuli Utara menjadi lumbung SDM yang berkualitas. “Kita mulai dari keluarga kita masing-masing. Para orang tua harus memberikan waktu bagi anak-anaknya. Beri waktu membimbing anak dan memantau di saat anak belajar dirumah. Kurangi waktu di lapo tuak bagi para bapak-bapak, disamping menjaga kesehatan, anak-anak juga akan memiliki waktu lebih banyak bersama orangtua,” pintanya dengan serius. Karena menurut Nikson sebagaimana juga sering dicetuskan kepada kalangan jurnalis, terlalu lama di lapo tuak mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pendidikan anak di rumah.
Usai tatap muka dengan masyarakat serta memberikan arahan-arahan, Bupati Taput meninjau langsung pembangunan bendungan raksasa di Tanggul Aek Sigeaon Sipoholon. Bupati Taput dalam kunjungannya didampingi Dandim 0210/TU Letkol. Inf. Baginta Bangun, Asisten III Drs HP Marpaung, Kadis PUK, Kadis Kebersihan, Kabag Humas dan Keprotokolan, Kabag Program. 
Dalam waktu bersamaan, Ketua Penggerak PKK Ny. Satika br. Simamora  juga bergotong royong bersama seluruh anggota PKK dan beberapa SKPD dengan masyarakat di Desa Sitampurung Kecamatan Siborongborong.(Posting By: Leonardo TS Simanjuntak/rel )

Mereka Yang Bersukacita Diterima Menjadi PNS di Tapanuli Utara




Penyerahan SK CPNS oleh Bupati Taput Nikson Nababan =


  BATAKINONEWS.COM - Bupati Taput Drs.Nikson Nababan didampingi Sekdakab Taput Edward Ramses Tampubolon, SE menyerahkan secara simbolis  SK  Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Tapanuli Utara dari Formasi Tenaga Honorer tahun 2013 dan 2014 serta Formasi Umum tahun 2014 yang dirangkai dengan penyerahan Kartu Pegawai Elaktronik (KPE) kepada PNS dilingkungan Pemkab Taput bertempat di Aula Kantor Bupati jl.Soeprapto no.1 Tarutung
  Kepala BKD Taput Erikson Siagian dalam laporannya menyatakan sesuai Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi RI nomor 520 tahun 2014 tentang Formasi PNS Kabupaten Tapnuli Utara TA 2014 bahwa jumlah alokasi CPNSD Kabupaten Tapanuli Utara TA 2014 berjumlah 163 orang dengan rincian 47 orang tenaga guru, 32 orang tenaga teknis dan 84 orang tenaga kesehatan. Seluruh peserta mengikuti seleksi CPNS mengikuti system CAT (Computer Assisted Test) dan yang dinyatakan lulus ujian sebanyak 156 peserta sementara 7 formasi tidak terisi karena tidak adanya peserta yang memenuhi passing grade untuk jabatan tersebut. Sementara untuk tenaga honorer kategori 2 (K2) dari  472 orang honorer yang memenuhi syarat untuk masuk dalam database, sebanyak 281 orang telah dinyatakan lulus ujian seleksi CPNS dan telah memperoleh lembar penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari BKN Pusat.
Sementara itu terkait Kartu Pegawai Elektronik (KPE), Pemkab Taput bekerjasama dengan PT.Bank SUMUT telah mendata 6.254 PNS untuk diterbitkan KPE dan sebanyak 5.911 orang PNS telah diterbitkan Kartu Pegawai Elektronik.
  Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan  menyampaikan selamat kepada CPNS yang menerima SK Pengangkatan serta kepada seluruh keluarga yang turut merasakan moment berbahagia tersebut. Bupati memaparkan bahwa keterlambatan penyerahan SK Pengangkatan tersebut diakibatkan verifikasi ulang yang dilakukan Pemkab Taput terkait keabsahan data-data pendukung untuk kelayakan diangkat sebagai CPNS sesuai ketentuan perundang-undangan. “Selamat datang dilingkungan Pemkab Taput, PNS merupakan pekerjaan mulia dan yakinilah saudara dipilih Allah untuk melayani masyarakat, jadi bekerjalah dengan hati dan tekun “,pesan Nikson Nababan. Diharapkan agar setiap CPNS mengedepankan kepentingan umum, berorientasi pelayanan serta menjadi pelopor-pelopor perubahan di bonapasogit tercinta. Khusus kepada CPNS tenaga kesehatan dan pendidikan, agar menjadi bahagian perubahan yang sedang terjadi di Taput saat ini, tunjukkan komitmen saudara sertab jadilag agen-agen perubahan dimanapun ditempatkan  “, imbau bupati.
 Bupati Nikson Nababan berharap agar CPNS turut membantu Pemkab Taput mencapai tujuan sebagai lumbung pangan, SDM berkualitas serta daerah wisata. Kita menargetkan Taput sebagai lumbung pangan  agar dapat menjadi penyangga pertanian nasional serta mengembalikan kejayaan Tapanuli Raya  sebagai lumbung SDM yang diakui, tangguh, berdaya saing dan mampu berkompetisi disegala lini kehidupan bermasyarakat “,ungkap Bupati. Dimanapun saudara bekerja jadilah pionir penyambung visi misi pemkab taput ke masyarakat, jadilah bintang dan sejarah dalam pembangunan bonapasogit tercinta “,pesannya mengakhiri sambutan.
 Didampingi sekdakab Taput Edward R Tampubolon,SE dan Kepala BKD Taput, Bupati  menyerahkan secara simbolis SK Pengangkatan kepada perwakilan CPNS jalur umum dan Honorer serta Kartu Pegawai Elektronik (KPE) kepada 3 orang perwakilan PNS dilingkungan Pemkab Taput. (Posting By: Leonardo TS Simanjuntak)


Minggu, 02 Agustus 2015

Ini Dia...Batu Dari Tanah Batak Mulai Bermunculan Dari 8 Penjuru Angin

Ini beberapa sampel batu keluaran Tapanuli Utara, khususnya dari Muara dan
Garoga.(Foto By:Leonardo TSS)
Sebagian dari Komunitas Toba Na Sere, kiri ke kanan: Mananti Tarihoran, N.Sihombing
F.Simatupang, PPP L.Tobing, Ir A.Hutagaol, David Panggabean. (Foto By: Leonardo
Simanjuntak)

Naek Sihombing dengan batu produk asal Muara. Tidak kalah kualitas dari daerah
lainnya.(Foto By;Leonardo TS Simanjuntak)
F Simatupang pengusaha TPA Toba Na Sere menunjukkab beberapa sampel
batu dari Tapanuli Utara.(Foto By:Leonardo TSS)
Simamora,teknisi pengolah di TPA Toba Na Sere Tarutung sedang sibuk mendesain.
(Foto By:Leonardo Simanjuntak)

BATAKINDONEWS.COM - Fenomena batu akik se Nusantara masih terus berlangsung. Meski tak segila di kota lain, fenomena akik itu juga terasa di wilayah Tapanuli, termasuk Tapanuli Utara, dan secara khusus Tarutung/Silindung sekitarnya. Awalnya peminat masih sehitungan jaru, lama kelamaan makin bertambah, dan terus bertambah. Penggemar akik di Tarutung misalnya mulai membentuk komunitas di beberapa tempat pengolahan. Terbentuknya komunitas itu terwujud sendiri, menjadi semacam forum diskusi atau tukar informasi seputar batu akik.
 Komunitas pertama yang muncul adalah di tempat pengolahan yang diberi bendera Tapanuli Gemstone “Toba Na Sere” di Jalan Smraja Simpang Empat Tarutung (samping Toko Simamikra). Ini juga tempat pengolahan akik (TPA) paling ramai dikunjungi peminat. Karena banyaknya order pengolahan, maka Simamora sebagai teknisi pengolah sering harus bekerja marathon. Sementara manager Toba Na Sere, N. Sihombing dan F.Simatupang harus bersikap bijak melayani peminat agar bersabar menunggu secara antrean. Menurut beberapa penggemar batu akik yang sudah mengolah di Toba Na Sere, hasil olahan di situ lebih bagus dibanding di TPA lainnya. Banyak akik yang sudah diolah di TPA lain, dibawa ke TPA Toba Na Sere untuk renovasi.
 Ada pun TPA dan komunitas lainnya muncul di kawasan jalan DI Panjaitan, Jalan Hutagalung, Simorangkir, jalan Sipoholon. Dan belakangan Mual Siregar dan isterinya Poppy br Sinambela membuka TPA yang mereka namakan “Tapanuli Gemstone”. Seperti juga TPA Toba Na Sere, Mual Siregar dkk mengutamakan pemunculan batu produk daerah Batak (Tapanuli).
 TPA Toba Na Sere yang dimotori Simatupang dan N Sihombing (Bapak Nando) juga getol melakukan inventarisasi batu-batu berasal dari Tapanuli, khususnya Tapanuli Utara. Menurut mereka, beberapa jenis batu khas sudah dihimpun dari kawasan Kecamatan Pahae Julu/Pahae Jae, Purba Tua, Sipoholon, Tarutung, Adiankoting, Garoga, dan Muara.Dari sekian banyak batu yang dihimpun di TPA ini, tampaknya batu asal Muara cenderung menjadi jenis batu yang dapat dijadikan primadona dari Tanah Batak, namun masih dinantikan kemunculan batu lain yang mungkin lebih bagus dari batu Muara. “Kami memberi nama serat Toba untuk batu dari Muara,” ujar N Sihombing dalam wawancara khusus dengan Majalah Online BATAKINDONEWS.COM Kamis (30/7) di TPA yang ditanganinya bersama Simatupang.
 Kekhususan batu serat Toba dimaksud terdapat pada motif berserat khas, dan kilaunya yang bisa diandalkan. Ada dua warna pada batu Muara ini, hijau dan merah. Bisa tembus cahaya senter.
 “Kami masih lacak bebatuan lainnya yang kemungkinan masih ada yang lebih bagus dari daerah ini, tapi sementara itulah yang eksklusif saat ini, serat Toba, suri-suri, dan batu yang dinamakan sijago-jago,” papar Simatupang didampingi Sihombing. Di atas lemari etalase tampak tulisan "Tersedia
 Hampir setiap hari komunitas di TPA Toba Na Sere ini berkumpul di sana, selain untuk mengolah batu cincin, juga sharing tentang banyak hal mengenai batu akik yang jumlahnya begitu banyak. Di komunitas itu ada Pak A.Hutagaol, PPP Lumbantobing, Menanti Tarihoran, Solo Lumbantobing, David Panggabean, Leonardo Simanjuntak (editor Majalah Online SARINGAR.Net), dan banyak yang lainnya.
 Kini di Tarutung, bukan suatu pemandangan yang aneh atau mengherankan lagi kalau ada pria yang memakai batu cincin ukuran jumbo pada jari tangannya lebih dari satu. Ada yang memakai hingga empat sampai lima, selain juga yang terang-terangan mengenakan liontin tergantung di dada. Tampaknya batu cincin sudah mengarah menjadi semacam simbol seni hias pada diri pengguna, atau mungkin menjadi manifestasi kebanggaan terhadap batu akik yang disukainya untuk diolah. Bukan hal yang mengherankan pula, kalau sudah ada sejumlah penggemar yang telah mengolah batu puluhan buah. Mereka adalah kolektor yang memang senang mengoleksi perhiasan jari tangan itu, meski mungkin ada pula yang gemar mengolah banyak batu untuk bisnis. Yah, itu sah-sah saja. Tapi apapun itu, cincin berbatu akik apalagi batunya indah berkilau dengan motif menarik,  di sisi lain mencerminkan kepribadian personal yang unik. Kalau batu akik dari daerah Batak memang indah kenapa harus membanggakan batu bacan dari Maluku. Sayangnya, atensi pemerintah daerah terhadap fenomena ini tampaknya minim, atau mungkin tak ada sama sekali. (Posting by : Leonardo TS Simanjuntak)