Selasa, 26 April 2016

Cantiknya Bella Saphira Isteri Pangdam Wirabuana Ini...

Add caption
 Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti (kiri) bersama istri yang Ketua Dharma Pertiwi wilayah G, Bella Saphira (kanan), pada perayaan HUT Dharma Pertiwi ke 52 di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Makassar, 26 April 2016. Dalam HUT kali ini Dharma Pertiwi bertekad mewujudkan ketahanan pangan di kalangan keluarga TNI. Para wartawan berdecak kagum melihat Bella yang tetap awet muda dan tampak semakin cantik bersinar, dan selalu ramah seperti biasa dikenal. Masyarakat Batak di Jakarta tahu Bella Saphira adalah boru Simanjuntak, salah satu kelompok marga Batak dengan populasi besar. (Foto:Tempo/Iqbal)

Menkumham Pilih Parmanukan Garoga, Desa Sadar Hukum


Bupati Nikson Nababan memegangi prasasti dari Menkumham =
 
 BATAKINDONEWS.Com - Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan menerima prasasti peraih Desa Sadar Hukum (Darkum) bagi Desa Parmanukan Kecamatan Garoga yang ditandatangani Menteri Hukum…. dan Yasonna Laoly di Gedung Martabe Kantor Gubernur pada Hari Jumat lalu (11/03-2016). Usai diterima Bupati Taput, kembali diserahkan kepada Camat Garoga. Di samping prasasti, juga diserahkan Piagam Pemberian Penghargaan Anubhawa Sasana Desa/Kelurahan Darkum, di Ruang Kerja Bupati Tapanuli Utara, Senin (25/04).
“Prestasi seperti ini perlu kita motivasi bagi desa-desa yang lain dalam rangka meningkatkan kesadaran hokum dan peningkatan prestasi bagi generasi muda. Berlomba untuk berprestasi, berlomba untuk berbuat bagi kemajuan Tapanuli Utara,” ujar Bupati membanggakan.
 Bupati mengatakan, Pemkab Taput mendukung program pusat dan juga Program Menkumham dalam rangka peningkatan Darkum bagi masyarakat di pedesaan dan diharapkan prestasi seperti ini akan diikuti desa-desa yang lain,” ujar Bupati mengakhiri.
Sebagai Desa Peraih Darkum, Desa Parmanukan Kecamatan Garoga, Camat Garoga didampingi Kepala Desanya menerima langsung prasasti dan Piagam dari Bupati Taput untuk dicanangkan di Desa tersebut.
Adapun kriteria masuknya Desa Parmanukan sebagai Desa Sadar Hukum merupakan hasil penilaian Propinsi Sumatera Utara dengan kriteria tertib bayar pajak, retribusi terpenuhi target, kasus narkoba nihil atau persentasenya sedikit, Kepatuhan terhadap hokum sangat baik, dan adanya kelompok keluarga sadar hukum.
Turut mendampingi Bupati Taput pada acara penyerahan tersebut, mewakili Kajari Tarutung Kasi Datun Sonang Simanjuntak, SH, Karip Soleman, Bolla, SH, Asisten I Drs. HP Marpaung, Kabag Hukum Alboin Butarbutar, Kabag Humas dan Keprotokolan Donna Situmeang, Camat Garoga Josua Situmeang.(Leonardo TSS/rel)

Kata Ruhut Sitompul: Rakyat Miskin Karena Korupsi



Sang Raja Minyak Ruhut Sitompul (tmp)
 BATAKINDONEWS.Com - Tokoh politisi kontroversial anggota MPR/DPR RI Ruhut Poltak Sitompul SH mengadakan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di Hotel Candi Jalan Darussalam Medan, Kamis (21/4). Acara dimulai dengan penyerahan secara simbolis bahan materi sosialisasi oleh Ruhut Sitompul SH kepada perwakilan peserta laki-laki dan perempuan.

   Selanjutnya moderator Drs Tahan M Panggabean MM yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, membuka sesi paparan dengan membacakan riwayat singkat narasumber sosialisasi, Ruhut Poltak Sitompul SH, tokoh idealis yang sering menyita perhatian pemirsa lewat acara Indonesia Lawyear Club (ILC) di TVOne.
  Ruhut sendiri membuka pemaparan dengan mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan disiplin dan kerja keras, supaya bisa sukses dalam kehidupan sehari-hari. "Selain itu selalulah berjalan dalam aturan dan di dalam Tuhan, sehingga kita bisa tampil dengan baik dimana saja," katanya.

  Ruhut juga memotivasi para mahasiwa dan pelajar yang hadir agar jangan hanya sekadar mendengar saja. "Tekadkan dalam hati, supaya suatu saat nanti harus menjadi pembicara juga di depan. Tapi tentu harus didukung SDM yang baik, dengan mengedepankan dispilin dan kerja keras tadi," katanya.

  Ruhut juga mengingatkan semua, agar selalu mengingat jasa-jasa orangtua yang sudah melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. "Saya dulu kalau mau kuliah 10 atau 20 tahun bisa saja. Tapi meski orangtua saya berada, saya tetap mengingat bagaimana ibu saya melahirkan saya dan saya selesaikan kuliah yang harusnya lima tahun, tidak sampai empat tahun," katanya.

  Dalam perkembangan dan kemajuan pembangunan negara saat ini, Ruhut juga mengajak para mahasiswa jangan hanya jadi penonton. "Mari kita ikut dalam pembangunan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Yang masih pelajar dan mahasiswa, bisa berkontribusi dengan belajar baik," katanya.

  Pada kesempatan itu Ruhut juga menyatakan penyesalannya, mengapa Bangsa Indonesia cenderung selalu mengikuti yang tidak baik dari setiap era. "Misalnya di Era Orde Baru, ada yang baik dan ada yang buruk seperti korupsi. Kok malah korupsi yang diteruskan. Tapi P4 yang baik malah ditinggalkan," katanya.

  Dulu, kata Ruhut, wawasan kebangsaan itu benar-benar diterapkan dengan baik. "Saya dulu ke Palu, gubernurnya Orang Batak. Ada kabupaten di Irian Jaya, bupatinya Orang Medan. Sekarang mana bisa lagi gitu. Karena wawasan kebangsaan itu sudah semakin menipis," katanya.

  Itulah sebabnya, kata dia, maka Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dilakukan kembali. "Selain itu, eforia reformasi membuat kita semua merasa paling jago, tapi akhirnya tong kosong nyaring bunyinya. Untunglah ada ide dari Taufik Kiemas untuk membuat sosialisasi ini karena ini memang baik dan dibutuhkan saat ini, bahkan Pancasila pun banyak yang sudah tidak tahu lagi" katanya.

  Tak ketinggalan, Ruhut juga mendukung agar mahasiswa menjadi aktifis, tapi tetap menjaga idealsime. "Tapi jangan idealis hanya saat belum dapat kesempatan saja. Begitu dapat kesempatan malah jadi pasien KPK, sebagaimana banyak mantan aktifis mahasiswa yang ketangkap karena korupsi," katanya.

  "Dan ingat, selain narkoba, korupsi juga adalah musuh rakyat yang paling besar. Rakyat miskin karena koruptor. Maka kepada mahasiswa kita harapkan agar tetap menjaga idealisme tadi, agar masyarakat bisa merasakan manfaat keberadaan mahasiswa yang sudah menjadi pemimpin," katanya.

  Ruhut pun menceritakan selintas kronologis lahirnya Era Reformasi, juga proses pemilihan presiden oleh MPR RI, hingga akhirnya muncul ide dari Gus Dur agar pemilihan presiden dilakukan langsung oleh rakyat. "Dan kembali saya ajak mahasiswa agar jangan alergi kepada parpol. Sebab kalau adik-adik mahasiswa ikut di parpol, mudah-mudahan bisa menjadi wakil rakyat yang baik dan tentunya tetap menjaga idealisme," katanya.

 Pada sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa menanyakan mengapa Zaskia Gotik yang menghina Pancasila malah diangkat menjadi Duta Pancasila. Oleh Ruhut dijawab, bahwa itu tidak pantas. "Simbol negara harus dihormati nggak boleh dipermain-mainkan. Tapi ini malah dijadikan komoditi politik oleh parpol tertentu karena fans Zaskia banyak. Harusnya dia tetap dihukum. Dan harus dijelaskan juga bahwa itu adalah versi PKB saja. Itu bukan versi negara," tandasnya. (central)

Selasa, 19 April 2016

Ronggur dan Ambolas di Sipahutar, Warga Ketakutan



Seorang nenek warga Onan Runggu Sipahutar menyalami bupati Nikson Nababan =


Warga korban bencana hujan es serius mendengar wejangan bupati = hms

BATAKINDONEWS.Com -  Musibah atau bencana adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Banyak musibah mengganggu kehidupan. Di beberapa kecamatan Tapanuli Utara, bencana sudah sering terjadi. Bencana longsor, banjir, atau puting beliung. Dan itu juga yang terjadi baru-baru ini di Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara. Sambaran ronggur ( petir) dan ambolas ( hujan es) pada Sabtu (17/4) lalu, nyaris meluluhlantakkan kawasan penghasil nenas itu. Syukur korban akibat musibah tak terlalu parah. Kabar tentang bencana alam itu segera menggelinding ke Pemkab Taput di Tarutung.
 Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Edward Tampubolon, SE dan Asisten II Parsaoran Hutagalung dan beberapa anggota DPRD  kunjungi korban bencana hujan es (ambolas) dan petir yang menelan korban 1 (satu) orang di Desa Onanrunggu I yang terjadi pada Sabtu (17/04) lalu.Sebanyak 121 KK warga desa itu harus pasrah dan sabar rumahnya mengalami kerusakan parah dan ringan akibat terjangan hujan es. Mereka pun langsung bertatap muka di tengah kampung onanrunggu I Kecamatan Sipahutar, Selasa (19/04), dengan rombongan bupati yang datang meninjau. Warga merasa terhibur atas kunjungan rombongan pemerintah itu.
 “Saya turut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Onanrunggu I sehingga saya harus hadir di tempat ini. Kita merasakan bersama di saat senang dan susah, tetapi kita harus tetap bergandengan tangan dalam sebuah kebersamaan dan ikatan persaudaraan. Kita berdoa bersama agar jangan ada lagi bencana-bencana di daerah kita ini di masa-masa yang akan datang. Ini bentuk sapaan bagi kita untuk lebih menyatukan hati dan peduli kepada sesama. Momen ini mengajari kita untuk memberi sedikit waktu bagi sesama bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Nikson Nababan.
Masyarakat setempat memanfaatkan pertamuan tersebut menyampaikan beberapa permintaan, seperti pembangunan jalan kembali yang telah rusak yang menghubungkan Desa Onanrunggu I menuju  Ambarhoda selain permintaan genset untuk keperluan insidentil saat listrik padam.
  Bupati mengatakan, agar pertemuan tatap muka ini juga kita manfaatkan untuk berbagi dan kesempatan bagi amang/inang untuk menyampaikan apa-apa yang dibutuhkan dan kendala yang ada di desa itu. “Semua permohonan dan aspirasi masyarakat, termasuk genset akan segera realisasi bulan Agustus ini, jalan akan segera direalisasi, bantuan traktor dan bantuan bibit pohon berbuah, jambu, alpukat, kopi. Demikian halnya bedah rumah bagi rumah tidak layak huni dan rumah adat Batak yang ada di desa ini akan dibedah agar tetap dilestarikan. Semua kita akan realisasikan, tetapi kita harus tetap bekerja keras untuk bangkit dan berbenah diri menuju sebuah kondisi yang lebih baik. Melalui bencana ini, Tuhan berharap bahwa kita mampu bangkit untuk lebih baik lagi,” ujar bupati.
 Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Utara  dalam kesempatan itu menyampaikan rasa turut prihatin dan berharap kedepan dijauhkan dari bencana-bencana seperti ini. “Sebagai wakil rakyat dari Dapil ini, kami akan turut berjuang dan mendukung program Bupati untuk kemakmuran masyarakat, khususnya masyarakat Sipahutar,” katanya.
  Bupati Tapanuli Utara menyerahkan bantuan dana yang dianggarkan pada Dinas Sosial Pemkab Taput dan berikutnya Anggota DPRD yang hadir pada saat itu juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat korban bencana.
 Turut mendampingi bupati Taput beberapa SKPD diantaranya, Kaban Bencana Alam SDV. Sihombing, Kadis Sosial Rudi Sitorus, Kadis Ciptakarya Budiman Gultom, Kadis Kehutanan Benhur Simamora, Kabag Pemerintahan Satya Dharma Nababan, Kabag Pengram  Martunggul Simamora, Kabag Humas & Keprotokolan Donna Situmeang,dan  Kadis Pertanian .
 Warga mengaku saat terjadi hujan es disertai petir sambar menyambar di langit, suasana sangat mencekam. Penduduk pun ketakutan mencari perlindungan di rumah masing-masing. Tapi justru banyak rumah penduduk yang rusak diterjang hujan es tersebut. Dunia serasa mau kiamat, ujar seorang anak muda. Wajahnya tampak masih lesu.(Leonardo/rel)

Anak Bertalenta : Marturena,Usia 2 Tahun Kuasai Alfabet A Sampai Z

Marturena dengan cepat menunjuk huruf sesuai yang ditanya=
Marturena dengan gaya khasnya bersama adiknya Virnadya
Prisilia Marturena asyik membaca huruf dari A hingga Z =

Dalam jumlah terbatas, sering terpublikasi anak bertalenta cerdas, pintar, bijak di berbagai pelosok dunia ini. Barangkali anak perempuan bernama Prisilia Marturena Simanjuntak ini, adalah salah satunya. Anak sulung dari pasangan Herwin Simanjuntak/Mega br Hutabarat kelahiran Balige 21 Maret 2014 ini, sejak awal menunjukkan talenta yang istimewa. Pada usia 1,5 tahun ia sudah pintar dan berani berakting menari-nari mengikuti irama lagu. Tak merasa malu atau sungkan biar pun dilihat banyak orang. Ia anak bertelinga musik dan suka melakukan gerak mengikuti alunan musik. Jika musiknya slow, gerakannya juga slow. Kalau musiknya kocak ia juga mengikuti dengan kocak.
Pada usia dua tahun (HUT nya tanggal 21 Maret 2016 lalu), bakat lainnya muncul dan cukup mencengangkan. Ketika papanya membelikan mainan berupa rangkaian huruf terbuat dari plastik dan sehelai poster berisi alfabet A - Z, cewek kecil ini menunjukkan ketertarikan untuk mengenal dan membacanya. Tentunya tak terlepas dari panduan papa mamanya saat senggang bermain dengan Marturena.
Daya tangkapnya sangat tajam. Kebiasaannya melihat-lihat huruf dan gambar-gambar di poster membuatnya begitu hafal apa yang dilihatnya. Dalam usia dua tahun anak perempuan yang akrab dipanggil Ena ini, spontan selalu menyebut nama huruf yang dilihatnya di suratkabar, majalah, atau di mana saja ia melihat ada huruf. Warga di sekitar tempat tinggalnya sangat menyenangi Marturena, dan umumnya berpendapat kalau Marturena punya bakat luar biasa yang jika dibimbing dengan baik bakal menjadi anak yang kepintarannya bisa di atas rata-rata. " Anak kelas satu SD saja belum tentu bisa hafal huruf-huruf dan warna," kata seorang ibu.
 Selain pengenalan dan penguasaan huruf, Marturena juga sangat akrab dengan berbagai warna. Dia bisa menjawab mana kala ditunjukkan warna merah, kuning, hitam, putih. Bahkan ia tahu yang mana namanya warna pink atau ungu.
 "Ini warna apa," tanya oppung boru (nenek) nya menunjukkan sesuatu.
 "Ping (pink)", jawabnya polos.
 "Kalau ini warna apa," ditanya lagi.
 "Ungu," katanya cepat.
 Kini Marturena sudah punya adik yang juga perempuan, diberi nama Virnadya Vionalyn. Talenta kepintaran juga mulai membayang pada adiknya yang bulan Mei 2016 baru berusia satu tahun.
 Di mana pun, setiap keluarga pasti sangat suka dan senang memiliki keturunan berotak berlian seperti ini. Memang tak hanya Marturena yang punya bakat bernilai plus seperti itu. Di berbagai belahan negeri ini atau bahkan dunia ini, selalu ada anak-anak cerdas yang mengagumkan.
 Semoga saja talenta yang dimiliki anak-anak seperti Marturena akan melekat sepanjang hidupnya. (kiriman keluarga)

Kamis, 14 April 2016

Gawat Nih ! Lagi, Oknum Jaksa Ditangkap KPK

BATAKINDONEWS.Com - Ini benar-benar memalukan, dan sudah gawat, kalau oknum penegak hukum yang seharusnya menjadi teladan penegakan hukum ikut-ikutan terlibat suap. Namanya juga kehebatan uang? Dikabarkan,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menangkap tangan dua orang jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin (11/4). Tak hanya itu, KPK juga menangkap seorang kepala daerah di wilayah Jawa Barat.
Ketua KPK, Agus Rahardjo membenarkan informasi tersebut. Dikatakan Agus, OTT ini digelar pihaknya di wilayah Subang, Jawa Barat.
"(Operasinya) di Subang," kata Agus saat dikonfirmasi, Senin (11/4).
Meski demikian, Agus belum dapat mengungkap lebih jauh mengenai identitas para pihak yang diamankan, dan terkait kasus yang menjerat mereka. Demikian juga mengenai jumlah uang yang disita dari para pihak tersebut. Agus meminta setiap pihak untuk bersabar.
"Tunggu info lebih lanjut," katanya.
Berdasar informasi, Tim Satgas KPK menangkap dua pejabat Kejati Jawa Barat. Tak hanya itu, KPK juga menangkap seorang kepala daerah di wilayah Jawa Barat.
Dalam OTT ini, KPK disebut telah menyita uang ratusan juta rupiah. Namun, belum diketahui secara pasti identitas yang diamankan dan kasus yang membuat mereka ditangkap KPK. [sp)

JAKSA di KEJATI DKI DITANGKAP KPK

 Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap seorang Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.
Jaksa yang belum diketahui identitasnya itu ditangkap lantaran diduga menerima suap terkait perkara yang ditanganinya.
Berdasar informasi, uang yang diterima jaksa tersebut berbentuk rupiah senilai ratusan juta dan dalam bentuk dolar.
Diduga uang ini dari salah seorang petinggi perusahaan BUMN untuk pejabat di Kejati DKI. Namun, belum diketahui jumlah pasti mengenai uang suap ini.
KPK juga belum memberikan informasi resmi mengenai uang yang telah disita. Komisioner KPK, Saut Situmorang hanya membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.
"Benar (ada tangkap tangan). Jaksa (Kejati DKI Jakarta)," kata Saut saat dikonfirmasi, Kamis (31/3).
Meski demikian, belum diketahui perkara yang terkait dengan penyuapan ini. Demikian juga mengenai jumlah pihak yang telah diamankan KPK dalam OTT kali ini. [Sp)

Dipecat, Kepala Daerah Terlibat Narkoba

Mendagri Tjahyo Kumolo (dok.SP)
BATAKINDONEWS.Com - Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo akan melakukan tindakan tegas dengan memecat kepala daerah yang ketahuan mengonsumsi narkoba, apa lagi sampai mengedarkan barang haram tersebut.
"Sama seperti TNI dan Polri yang akan memecat anggotanya jika ketangkap tangan menggunakan dan mengedarkan narkoba, kita juga akan melakukan hal yang sama. Jika ada kepala daerah yang ketahuan mengonsumsi apalagi mengedarkan narkoba, maka akan langsung kita pecat dan saya sudah minta izin dari presiden untuk ini, sehingga kita tidak main-main," katanya saat melakukan kunjungan kerja di Pontianak, Kamis (14/4).
Dia menjelaskan, saat ini Indonesia darurat narkoba dimana 40 sampai 50 orang meninggal setiap hari dan saat ini terdapat lebih dari 60 jenis narkotika baru di Indonesia yang mengancam kehidupan bangsa.
"Kita tidak akan main-main untuk itu, karena kalau kepala daerah bisa terlibat dengan narkoba, bagaimana dengan masyarakat di daerahnya," tuturnya.
Baru-baru ini, lanjutnya, ada bupati yang sudah delapan tahun menjabat malah diketahui mengonsumsi narkoba dan itu dikhawatirkan akan mempengaruhi berbagai kebijakan yang diambil oleh bupati tersebut dalam pemerintahannya.
"Makanya saya minta kepada seluruh kepala daerah untuk bisa menjadikan narkoba sebagai perhatian serius karena bisa mengancam masa depan generasi penerus bangsa ini," katanya.
Tjahyo menambahkan, Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba, melihat kondisi geografisnya yang berdekatan dengan negara tetangga, dimana kasus peredaran narkoba antar negara kerap terjadi disini.
"Ini tentu harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, tidak hanya dari kepolisian, bea cukai dan TNI saja, tetapi semuanya harus bergerak. Makanya pemerintah pusat memaksimalkan pembangunan di daerah perbatasan, untuk mencegah masuknya barang ilegal ke Kalbar," kata Tjahyo. [Sp/ant)

Komen pembaca  BATAKINDONEWS.Com via ponsel: "Bagaimana kalau semua kepala daerah ditest urine atau darah positif terindikasi narkoba, apa bisa juga ikut dipecat?"