Rabu, 17 Februari 2016

Baru Dilantik, Bupati dan Wakil Tersangka Kasus Money Politics









Kapolri Badrodin Haiti =

  Ternate, BATAKINDONEWS.COM - Hati-hatilah, para bupati terpilih dalam berperilaku. biar pun sudah resmi terpilih atau sudah resmi beberapa tahun menjalankan amanah sebagai kepala daerah, ancaman masuk bui selalu terbuka. Simak saja berita yang ini:
 Kepolisian Daerah Maluku Utara menetapkan Rudi Erawan dan Muhdin H. Ma’bub, yang merupakan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur terpilih, sebagai tersangka dalam kasus money politics dalam pemilihan kepala daerah Halmahera Timur pada 2015. Penetapan tersebut didasari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/07/II/2016.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara Ajun Komisaris Besar Hendrik Badar mengatakan penetapan Rudi dan Muhdin sebagai tersangka dilakukan Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku Utara dalam gelar perkara internal pada 15 Februari 2016.

Gelar perkara itu dipimpin Kepala Subdirektorat I Direktorat Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Henky Setyawan, Kepala Bagian Pengawasan dan Penyidikan Ajun Komisaris Muhammad Nasir Said, Kepala Subdirektorat 2 Komisaris Toni Kamsuri, serta jaksa penuntut umum Araham.

Penetapan Rudi dan Muhdin sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan empat alat bukti. Selain pasangan kepala daerah yang baru saja dilantik itu, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Masing-masing berinisial YM, TT, RE, dan JN. Keempatnya diduga ikut serta dalam dugaan praktek money politics. “Mereka semua dijerat dengan Pasal 149 KUHP dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara. Saat ini penyidik sedang menuntaskan berkas perkaranya,” tuturnya, Kamis, 18 Februari 2016.
 Sebelumnya, Kapolri Badrodin Haiti menyatakan meski pun kepala daerah pemenang pilkada dilantik pemerintah, tapi polisi tetap melanjutkan penanganan perkara yang bersangkutan. 

Rudi mengatakan tidak tahu bahwa dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu, sebagai abdi negara dan warga negara yang baik, pihaknya akan taat dan kooperatif jika polisi memanggilnya untuk dimintai keterangan. “Yang pasti, saya sampaikan kami tidak pernah melakukan hal yang demikian,” ujarnya kepada wartawan. (sumber: Tmp.co)

Not: Di beberapa daerah di Tapanuli, Sumatera Utara, kasus dugaan money politics itu sering mencuat. Tapi jika itu pun ada dalam pilkada Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, atau Samosir, sejauh ini belum ada yang bernasib konyol jadi tersangka. Kabar kabur itu sangat liar menyebut calon bupati anu melalui tim suksesnya menabur miliaran uang untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. Tapi karena masih 'ninna tu ninna" alias katanya, akhirnya raib tak menentu ditiup angin atau masuk dompet entah dompet siapa...

Bupati Wanita Pertama Muncul di Sulsel, Kapan di Tapanuli ?


Indah Putri bupati pertama dari kaum wanita di Sulsel =
Luwu Utara, BATAKINDONEWS.COM - Sebanyak 10 pasangan Bupati dan Wali Kota dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Di antara mereka itu, tampak hanya satu wanita yang mengenakan seragam kepala daerah.Perempuan itu bernama Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara. Wanita yang masih berusia 39 tahun ini berhasil mengungguli bupati petahana Arifin Junaedi dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015 lalu, dengan selisih suara 12.210 suara. Dia merupakan Bupati perempuan pertama di Sulsel.

Jebolan Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Luwu Utara periode 2010-2015 ini dicalonkan sebagai bupati oleh empat partai pendukung, yakni Gerindra, Demokrat, Nasdem dan PDIP. Istri dari Muhammad Fauzi dengan dua putri yaitu Zalika (9) dan Naura (8) ini berkiprah di dunia politik sejak umur 33 tahun dengan menjadi tenaga ahli Komisi II DPR RI bidang Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah. Sebelumnya Indah juga aktif di bidang kemahasiswaan saat menjadi mahasiswa di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin, dari tahun 1995 hingga 1998 ini.

Dalam pidato syukuran kemenangannya yang digelar di ballroom Phinisi, Indah yang turut didampingi Wakilnya yakni Thahar Rum, menyebutkan bahwa dirinya akan fokus membangun Luwu Utara menjadi kabupaten terdepan di Sulsel.

"Sebelumnya di masa kampanye, kita banyak bicara untuk meraih simpati masyarakat Luwu Utara, mulai hari ini kita akan banyak mendengar harapan masyarakat Luwu Utara, untuk berbuat memajukan daerah ini," pungkas Indah, Rabu (17/2/2016)

Selain itu pula, Indah yang pernah menjadi Dosen Pascasarjana UI ini juga berjanji akan memberikan jaminan beasiswa dari SD hingga SMA bagi warganya, agar masyarakat Luwu Utara menjadi tercerahkan dengan pendidikan yang layak di Luwu Utara. (sbr: Dtc)
KAPAN DI TANAH BATAK?
Wanita memimpin pemerintahan di wilayah Tanah Batak, pernah mencuat jadi sebuah wacana beberapa waktu lalu dan menggelinding di salah satu media cetak. Dalam sejarah Tapanuli Utara misalnya, hal itu belum pernah kejadian. Tapi tak tertutup kemungkinan suatu waktu bakal muncul sosok perempuan yang mampu memecah record menjadi wanita pertama jadi bupati. Apakah itu di Taput, Tobasa, Humbahas, Samosir. Di Kota Sibolga pada pilkada Desember 2015 memang ada tampil calon walkot boru Panggabean menjadi rival Syarfii Hutauruk, tapi sayang sekali ia kalah suara. Begitu halnya boru Samosir isteri mantan Bupati Tapteng Tuani Lumbantobing, yang kalah pada pilkada dengan rivalnya Bonaran Situmeang yang kini meringkuk di penjara. Untuk Tapanuli Utara, pada Pilkada 2014 memang ada seorang srikandi Batak yang tampil jadi salah satu calon yang dikenal dengan predikat REL (Ratna Esther Lumbantobing). Sayang sekali Sang Dewi Fortuna belum berpihak pada dia. Mungkin belum REL yang berjodoh untuk kedudukan itu. Tapi ke depan siapa tahu pada pilkada yang dijadualkan pada 2018, akan muncul sosok perempuan lain menjadi calon bupati, yang benar-benar mampu menciptakan perubahan nyata di daerah yang sering dianggap perantau masih tertinggal. Mungkin jika bupatinya dari kaum wanita, daerah ini bisa lebih maju.  Adakah figur wanita Batak yang punya kapasitas dan kapabelitas untuk itu? Sejarah yang menentukan...!

Berobat ke Penang, Kini Jadi Tren Pilihan Banyak Warga Indonesia

Pasien yang bersabar menunggu giliran konsul dengan dokter
ahli di Mount Miriam Hospital,Penang =
Ini Mount Miriam Hospital di Penang, pusat pengobatan =
BATAKINDONEWS.COM -Pulau Pinang atau lazim disebut Penang, dari waktu ke waktu makin popular khususnya bagi orang sakit. Banyak pasien yang mendarat di Penang, Malaysia, berasal dari Indonesia. Selainnya dari negara kawasan Asia Tenggara, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar. Tapi persentasenya lebih banyak dari Indonesia.
 Tentu saja,logis kalau satu pertanyaan mengemuka: Kenapa?
 Pertanyaan itu wajar. Karena Indonesia sebagai negara berkembang yang lebih besar dan lebih kaya dari Malaysia, sejauh ini sudah memiliki SDM dan fasilitas kesehatan kategori canggih. Di Jakarta ada rumah sakit (RS) Dharmais, RS Cipto, Harapan Kita dan ragam RS swasta yang punya peralatan lumayan modern. Di Medan terus bertambah RS yang konon memiliki peralatan mutakhir dan dokter spesialis aneka penyakit. Sudah lama diidolakan RS Herna, Elizabeth,dan belakangan RS Columbia, Stela Maris, Murni Teguh, dan lainnya.
 Lalu kenapa harus ke Penang Malaysia?
 Sejumlah orang yang pernah berobat ke negeri jiran itu terang-terangan mengatakan, dokter di Penang lebih pintar, lebih care merawat, lebih akurat mendeteksi penyakit yang bersarang di tubuh pasien, dan obatnya lebih pas. Selain peralatannya lebih mutakhir, terutama menyangkut kategori kanker.
 Di Penang ada 8 rumah sakit terkemuka yang sejak lama sudah aktif melayani penderita ragam penyakit. Ada Gleaneagles, Adventis, Island Hospital, Mount Miriam Hospital, dan beberapa nama terkenal lainnya. Mount Miriam dianggap banyak orang sebagai RS spesial kanker, yang dikelola secara profesional. RS ini sudah ada sejak 1963, usaha patungan yang berangkat dari jiwa pengabdian dan semangat religius, digagas Francis Chan bishop Katholik pertama di Pulau Pinang. Saat ini ada dokter spesialis kanker lulusan India dan Australia seperti Dr Rakesh Raman, Dr Fabian Lee, Dr Doris, dan lainnya siap setiap saat "menggempur" penyakit kanker para pasien yang datang berobat. Metode pengobatan melalui apa yang disebut kemotherapi, tomotherapi, radiologi, dan lainnya konon sudah  menyelamatkan banyak pasien dari kebuasan penyakit kanker. Bahkan sudah ada pasien yang menderita kanker stadium 4 yang bisa disembuhkan berkat metode penyembuhan yang diterapkan di rumah sakit Mount Miriam.
 Ternyata banyak pasien yang "menyerbu" rumah sakit di negeri jiran itu berasal dari Indonesia. Tak hanya dari kota besar Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, bahkan banyak yang berasal dari daerah-daerah kabupaten di Sumatera Utara, kawasan Tapanuli sekitarnya, Tanah Karo, Simalungun, Pakpak Dairi.
 "Kami didorong tekad untuk sembuh dari penyakit kanker datang ke Penang. Karena di daerah kami belum ada peralatan canggih seperti yang ada di Penang," ujar Sinambela dan Hutajulu, dua warga Sumut yang datang membawa keluarganya berobat ke Penang.
 Namun keduanya sengaja memperhalus pengakuan itu. Pasien lainnya yang berasal dari Surabaya dan Jakarta malah lebih gamblang menyebut faktor pelayanan dokter di daerahnya belum menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pasien yang menginginkan penyembuhan yang cepat, tepat, dan nyaman. 
 "Biarlah kami keluarkan uang lebih besar, yang penting penyakit sembuh, umur pasien mudah-mudahan bisa lebih panjang hidup di dunia," ujar pasangan suami isteri dari Surabaya yang berbincang dengan BATAKINDONEWS di Mount Miriam Hospital, baru-baru ini. Para pasien kanker biasanya harus siap tinggal di negeri itu lebih sebulan sesuai sistem therapi yang berlaku.
 Bicara tentang kanker memang siapa yang tidak takut dan merasa ngeri bila disinggahi virus pembunuh yang merayap pelan menggerogoti daging manusia. Tapi zaman sekarang, paling menonjol adalah kanker payudara di kalangan wanita, kanker serviks, kanker hati, kanker usus, dan jenis lainnya. Sistem pelayanan yang terorganisir di hospital yang didirikan dari donasi ratusan donor yang perduli ini, menjadi bukti pelayanan profesional sebuah rumah untuk orang sakit.
 Terkait dengan makin ramainya pasien berdatangan dari berbagai negara termasuk Indonesia, pendapatan daerah kawasan yang dipimpin seorang gubernur ini, tentulah meningkat signifikan. Begitu juga pendapatan maskapai penerbangan. Maskapai seperti Lion Air, Sriwidjaya Air, Air Asia, setiap hari sibuk menerbangkan penumpang dari Medan yang sebagiannya pasti penderita sakit dalam hitungan waktu relatif cepat, hanya sekitar 35 menit sudah mendarat di Bandara Penang.
 "Seharusnya dalam era reformasi sekarang ini fakta seperti ini hendaknya dikaji Menteri Kesehatan kita, bagaimana supaya Indonesia yang lebih besar dari Malaysia, bisa menghadirkan rumah sakit sehebat yang ada di Penang dengan sistem pelayanan profesional. Saya kira hal itu harus sejalan dengan revolusi mental di kalangan dokter di Indonesia, yang selama ini terkesan masih komersial dibanding nilai pengabdiannya sesuai sumpah Hippocrates yang dianutnya, " kata seorang pasien di Adventis Hospital Penang, tanpa niat menyepelekan negeri sendiri, melainkan mengkritisi masih lemahnya pelayanan kesehatan berkualitas di Indonesia. (Catatan lebih rinci ditayangkan dalam serial tulisan lainnya)

101 Peserta Pilkada Serentak 2017, Hanya 2 di Sumut

Jakarta, BATAKINDONEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum resmi menetapkan tanggal pemungutan suara pilkada serentak putaran kedua, yakni pada Rabu (15/2/2017).
Ketua KPU Husni Kamil Manik saat jumpa pers di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016), mengatakan, sebanyak 101 daerah akan melaksanakan Pilkada Serentak pada 2017.
Rinciannya, 7 Provinsi akan menggelar Pilgub; 18 kota dan 76 kabupaten menggelar Pilkada. (baca: KPU Akan Buat Aturan Khusus untuk Pilkada di Aceh, Yogya, Papua, dan DKI Jakarta)
Provinsi yang akan menggelar Pilgub adalah Provinsi DI Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Batar, dan Papua Barat.
Sementara itu, 18 kota yang menyelenggarakan pilkada serentak 2017 adalah Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Sabang, Tebing Tinggi, Payakumbuh, Pekanbaru, Cimahi, Tasikmalaya, dan Salatiga.
Selain itu, Kota Yogyakarta, Batu, Kupang, Singkawang, Kendari, Jayapura, Ambon, dan Sorong.
 un 76 kabupaten yang juga menggelar Pilkada serentak adalah:
1. Aceh Besar
2. Aceh Utara
3. Aceh Timur
4. Aceh Jaya
5. Bener Meriah
6. Pidie
7. Simeulue
8. Aceh Singkil
9. Bireuen
10. Aceh Barat Daya
11. Aceh Tenggara
12. Gayo Lues
13. Aceh Barat
14. Nagan Raya
15. Aceh Tengah
16. Aceh Tamiang
17. Tapanuli Tengah
18. Kepulauan Mentawai
19. Kampar
20. Muaro Jambi
21. Sarolangun
22. Tebo
23. Musi Banyuasin
24. Bengkulu Tengah
25. Tulang Bawang Barat
26. Pringsewu
27. Mesuji
28. Lampung Barat
29. Tulang Bawang
30. Bekasi
31. Banjarnegara
32. Batang
33. Jepara
34. Pati
35. Cilacap
36. Brebes
37. Kulonprogo
38. Buleleng
39. Flores Timur
40. Lembata
41. Landak
42. Barito Selatan
43. Kotawaringin Barat
44. Hulu Sungai Utara
45. Barito Kuala
46. Banggai Kepulauan
47. Buol
48. Bolaang Mongondow
49. Kepulauan Sangihe
50. Takalar
51. Bombana
52. Kolaka Utara
53. Buton
54. Boalemo
55. Muna Barat
56. Buton Tengah
57. Buton Selatan
58. Seram Bagian Barat
59. Buru
60. Maluku Tenggara Barat
61. Maluku Tengah
62. Pulau Morotai
63. Halmahera Tengah
64. Nduga
65. Lanny Jaya
66. Sarmi
67. Mappi
68. Tolikara
69. Kepulauan Yapen
70. Jayapura
71. Intan Jaya
72. Puncak Jaya
73. Dogiyai
74. Tambrauw
75. Maybrat
76. Sorong (sumber Kps)

HANYA 2 Di SUMUT
 
Dari 101 daerah yang ikut melaksanakan pilkada serentak 2017 itu, terlihat paling banyak daerah di Aceh menjadi peserta. Sedangkan dari Sumut tercatat hanya ada dua, yakni Tebing Tinggi untuk kota, dan Tapanuli Tengah untuk kabupaten. Sebelumnya, sebagian warga Tapanuli Utara memprediksi Taput ikut serta dalam pilkada serentak 2017. Tampaknya sudah ada aspirasi atau keinginan segelintir warga Taput agar pilkada di daerah ini dipercepat dengan alasan memacu perubahan lebih pesat. Bahkan  sudah ada beberapa nama menggelinding yang digadang-gadang bakal muncul pada pilkada yang akan datang.


Jumat, 12 Februari 2016

Kasus Tobasa Masih Berbuntut, Liberty Pasaribu Gagal Dieksekusi


BATAKINDONEWS.COM -  KASUS korupsi di Kabupaten Tobasa, yang melibatkan sejumlah petinggi daerah itu, tampaknya masih berbuntut.  Polda Sumut dikabarkan gagal mengeksekusi mantan Bupati Toba Samosir, Liberty Pasaribu, SH untuk diserahkan ke Kejati Sumut."Melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan,Liberty dikatakan tidak bisa datang karena sakit," kata Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu AKBP Prido Situmorang ,kemarin, sebagaimana dilansir media Harian Online Kabar Indonesia.

Prido mengatakan, kasus dugaan korupsi yang melibatkan Liberty Pasaribu berawal dari permintaan St.Monang Sitorus yang kala itu sebagai Bupati Tobasa mengambil dana khas daerah sebesar Rp3 miliar untuk modal usahanya.

Monang Sitorus dijadikan tersangka bersama bawahannya, mantan Kepala Bagian Keuangan Setdakab Tobasa Arnold Simanjuntak dan mantan Pemegang Kas Setdakab Tobasa Jansen Batubara serta Benfrid Hutapea.

Mereka akhirnya divonis Pengadilan Negeri Tipikor Medan masing-masing 1 tahun hingga 3 tahun penjara.Sembilan tahun setelah kejadian itu Tipikor Poldasu mendapat novum (bukti) keterlibatan Liberty Pasaribu, menyusul putusan Mahkamah Agung Nomor 1585 K/Pid.Sus/2011, putusan Mahkamah Agung Nomor 2361
K/Pid.Sus/2011 dan putusan Mahkamah Agung Nomor 1546 K/Pid.Sus/2011.

Dalam putusan itu disebutkan kalau korupsi APBD Kabupaten Tobasa senilai Rp3 miliar dilakukan bersama-sama.Setelah Tipikor Poldasu menetapkan Liberty sebagai tersangka, terjadi "perlawanan" dengan mengajukan Prapid. Namun, usahanya itu ditolak hakim tunggal Rafael.

Tak puas dengan putusan hakim PTUN itu, Liberty melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan melaporkan Poldasu ke Karo Wasidik Mabes Polri dan ke DPR RI.

Penyidikan kasus itupun sempat tersendat karena banyaknya intervensi, namun Ditres Krimsus Poldasu di bawah asuhan Dirreskrimsus Kombes Pol Drs Ahmad Haydar dan Kasubdit III/Tipikor AKBP Prido Situmorang terus melakukan penyidikan hingga akhirnya berkas penyidikan Liberty Pasaribu dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa.(
Jenda Bangun- Harian Online Kabar Indonesia)

Kekasihku Preman Pinggiran


 (BINDU 2)- Novel: Leonardo TSS
 _____________________________________
TETAPI hidup ini mau tak mau harus tetap dijalani, karena hidup terlanjur ada. Jenni berpikiran seperti itu, melawan galau yang kerap menyergap. Perasaan tertawan di rumah pamannya membuatnya berang. Tapi golak perasaan itu dipunahkannya dengan satu kata: SABAR!
 Jenny sejatinya gadis low profile. Lincah, periang, bijak, pintar, rajin, dan entah apa lagi parameter untuk kebaikan seorang gadis masa kini. Pokoknya Jenni soepel. Ia menempa diri dalam keteraniayaan nasib yang kejam, seraya berharap agar Tuhan yang bermukim di hatinya segera menatapnya dan memberinya way out. Jenni belajar lebih tabah, jangan mudah cengeng, jangan lagi menabur air mata yang tak berguna.
Isteri pamannya bernama Marice, dibiarkannya memperagakan akting munafiknya tatkala pamannya lagi di rumah. Manis senyum dan sikap Marice membuat Jenni mau muntah. Bah, wanita macam apa ini, dari mana pamannya menemukan perempuan selicin ini.
“Jenniiiii, jangan terlalu forsir kerja, bisa sakit kau,” seru Marice ketika Jenni sedang cuci pakaian di kamar mandi. Banyaknya pakaian kotor hampir satu mobil pikap. Marice sengaja menimbun pakaian kotor sebanyak-banyaknya setiap hari. Pada hal ada baju yang baru sebentar dipakai sudah ditaruh di keranjang pakaian kotor.
Jenni mendengar teriakan itu dengan hati ditusuk. Itu perangai Marice yang biasa, saat paman ada di rumah.
“Kamu dengar kata nantulangmu itu Jen,” kata Berman, pamannya dari teras belakang. Berman sedang membaca koran. Menyimak kalau ada kode teka-teki togel.
Jenni pun menyahuti, tidak dari hati,” Ya tulang, aku tak capek kok.”
Jenni membayangkan Marice senyum senang. Lalu dari celah pintu kamar mandi Jenni melihat Marice beringsut ke teras, berkata pada Berman.” Itulah ponakanmu ini Pak E, macam hari itu dia demam karena keliwat forsir kerja, maunya kerja terus tak kenal lelah.”
Berman mengangkat kaca mata plusnya sedikit menoleh ke isterinya.” Yah, kalau itu kemauan dia biarkan sajalah, bukannya mama yang paksa dia harus kerja keras. Ya kan?”
“Yalah Pak E, kubilang pun sama Jenni kalau nyuci pakaian jangan sekaligus, kan itu menguras tenaga.” Jenni mau muntah mendengar ucapan Marce itu. Lidah perempuan itu sungguh berbahaya. Lebih berbisa dari kobra.
Lalu didengarnya lagi suara Marice,” Aku mau nagih janjimu Pak E, lusa kan libur karena hari Imlek, Pak E janji kita piknik ke Parapat.”
Mau muntah lagi Jenni setiap mendengar sebutan “Pak E” itu. Entah dari mana ide perempuan itu menjadikannya panggilan baku pada pamannya.
Berman menanggalkan kacamatanya, menyandar pada kursi rotan Jepara yang mulai lusuh. Diletakkannya koran di meja, kemudian mengempaskan nafas.
“Kita liat besok aja dulu, apa toke Liong mau kasi pinjaman yang kuminta tadi. Lagian aku pening, tebakan togelku terus meleset sebulan ini.”
Marice pun mengomel.” Itulah kau Pak E, untuk togel jutaan pun ludes tak masalah, kalau untuk bawa aku piknik uang tak ada. Awas Pak E ya, ntar malam jangan ganggu aku...huh...”
Jenni menghentikan tangannya yang sedang mengucak baju dalam ember. Ucapan Marice itu tak sekali dua kali lagi didengarnya. Jenni sudah dewasa. Tahu betul makna perkataan Marice. Bukankah itu semacam ancaman isteri tak melayani suami di ranjang? Pehhh, jijik aku dengarnya... gumam Jenni.
Didengarnya Marice masuk kamar. Lalu didengarnya langkah kaki pamannya masuk ke rumah melewati kamar mandi sehingga Jenni melihatnya. Jenni mendengar ketika Berman seperti biasa menyuarakan rayuan yang memanjakan isterinya itu.
“Itulah kau Ma, belum apa-apa sudah merajuk. Kan belum kubilang tak bisa pergi. Tenanglah kau Ma, besok uangnya pasti ada.”
Lalu terdengar desah manja Marice yang sudah berada dalam kamar.” Jadi kita lusa jadi ke Parapat Pak E ya? Kita nginap di sana kah? Aku senang sekarang Pak E, memang Pak E suami terbaik yang selalu mengerti aku...kwk kwk kwk....uuuuhhh, jangan dulu Pak E aku belum mandi ah, gimana sih Pak E ini, ntar malam kan lebih....”
Jenni tahu pamannya rupanya sudah menyusul ke kamar lalu menggodai isterinya. Mereka biasa seperti itu. Terkadang merajuk tapi sekejap sudah bercanda ria di kamar. Jenni bahkan pernah memergoki paman dan Marice isteri barunya itu beradegan panas ketika Jenni tak sengaja masuk kamar mau ambil kain cucian.  Jenni tersipu malu sendiri mundur teratur. Untung paman dan isterinya tak tahu kalau ia masuk dan melihatnya walau sepintas. Jenni dalam penglihatan sepintas melihat geliat ganas perempuan itu, engahan nafasnya, dan remasan jarinya yang kuat di punggung pamannya.
Jenni sering bertanya sendiri: Dari mana dulunya perempuan bernama Marice ini. Apa paman memungutnya dari warung remang-remang sana, kenapa paman tak memilih perempuan yang lebih tenang kalau memang harus kawin lagi.
Paling bencinya lagi Jenni, kalau isteri pamannya itu seolah menganggap sepele pada dirinya. Tak pernah sungkan bicara porno pada paman walau Jenni ada di situ. Jenni merasa dianggap seperti sandal jepit yang tak perlu disegani sedikit pun.
“Pak E, ini telor setengah matangmu, sudah direbus Jenni tadi. Pak E kan perlu protein pengganti yang semalam, biar jangan loyo kerja hari ini.”
Jenni tahu memaknai kalimat itu. Jenni bukan anak kecil lagi. Tapi Jenni merendam rasa muaknya dengan menyibukkan diri dengan apa saja.
“Jenni, kamu jangan lupa siram bunga bugenvil yang kutanam kemarin ya.” Marice terbiasa dengan nada memerintah ketika Berman sudah keluar rumah.
“Ya ... nan...tulang,” kadang lidah  Jenni kelu mengucap sebutan “nantulang” pada perempuan beringas itu. Sepertinya terpaksa ia harus menyebutnya. Karena bagaimanapun itu sudah isteri pamannya. Suka tak suka Jenni harus menerima kenyataan.
Pagi, siang, malam, sama saja. Bagi Jenni jarum waktu tak membedakan apa-apa. Risau, resah, gerah, entah apa lagi nama perasaan tak nyaman lainnya. Malam hari ia tak bisa langsung masuk ke kamar, pada hal rasa penat membuatnya ingin segera menggeletak di ranjang. Terkadang Marice membangunkannya saat mata Jenni sudah minta istirahat.
 Jenni jangan terus tidur melulu dong, kek kamu aja nyonya di rumah ini. Buatkan dulu nasi goreng buat kami, yang enak ya, jangan terlalu asin.”
“Belikan dulu sate ke simpang sana, yang banyak dagingnya ya...”
“Seterika dulu bajuku yang sudah kering, kamu tau kan besok aku mau arisan marga...”
 Kalau ada permen karet paling kenyal yang bisa menutup ruang dengarnya, itulah yang akan dilakukan Jenni. Ia paling alergi mendengar tiap urutan kata yang meloncat dari mulut perempuan itu. Gayanya lebih pas menjadi isteri seorang pengusaha besar atau isteri pejabat, minimal isteri seorang camat.
 Marice tak suka kalau ada orang memuji Jenni cantik menarik. Ada ibu-ibu searisan Marice terpana memandang Jenni ketika giliran di rumah itu arisan bona taon punguan (syukuran awal tahun) biasanya Januari.
 “Bah, cantik kali gadis ini, siapa ini Mama Jodi,” cetus salah seorang ibu.
 Jenni tahu Marice tak sudi kalau dirinya dibilang orang cantik. Jenni pernah menduga, satu saat Marice akan menyahut,” Ah, itu pembantu rumah.”
 Tapi ternyata tidak.
Marice jujur bilang,” Itu keponakanku.”
Lalu Marice dengan nada antara iseng dan canda berkata,” Cantik apa dia, keliatan aja cantik tapi dia malas, doyan tidur...”
 Sakit hati Jenni mendengarnya. Tapi hatinya terlalu lembut untuk menentang arus. Jenni hanya senyum malu kucing dengan sebatang anak panah menancap di dada.
Dan semua kata dan sikap ketus Marice hanya terjadi, bila mana Berman paman Jenni tidak ada di rumah. Mana kala Berman sudah pulang, sikap Marice pun sontak berubah seratus delapan puluh derajat atau lebih. Tiba-tiba saja sinisnya disunglap begitu cepat jadi lembut.
 “Mana Jenni,” tanya Berman sambil membuka kaos kakinya.
 “Dia istirahat Pak E, jangan disuruh ngapa-ngapain lagi, kita harus mengerti anak gadis sebesar dia pantasnya tiduran sambil pencet-pencet henpon...”
“ Ah memang kamu selalu bela Jenni terus. Aku bukannya mau nyuruh dia malam begini, Cuma tanya dia di mana,” balas Berman.
 “Ya biarin aja Pak E, dia istirahat kali di kamar. Kalau mau buatkan makanmu tak usah harus Jenni, aku kan isterimu, aku yang wajib meladeni, bukan hanya di ranjang...he-he-he...”
 Dan Berman mencubit lengan perempuan itu.
“Kita jadi ke Parapat Pak E?”
Berman tersenyum.” Kamu memang bernasib bagus. Aku dapatkan uangnya dari Toke Liong.”
Marice seperti mau melonjak girang.” Horeee, Pak E sih orangnya...”
Berman menarik tangan perempuan itu. “Semua anak kita sudah tidur kan?”
Marice melirik ke kamar bagian tengah. “Sudah dari tadi usai belajar. Memangnya kenapa Pak E...”
Berman tertawa senang.” Kok bertanya... seperti tak tau aja mauku apa.”
Marice tertawa ngikik lalu menutupi mulut dengan sebelah tangan.” Oooo yang itu, Pak E memang tak pernah cukup ya. Baru dua malam sudah...”
Berman berbisik ke telinga perempuan itu,” Kamu...kamu Ice yang buat aku jadi begitu, kamu hebat, kamu luar biasa...” Nada kata Berman berubah romantis. Marice menggelinjang dipegangi bahunya.
Di kamarnya Jenni hanya bisa menekan perasaan. Tapi dalam hati ia merasa bersukacita mendengar paman dan isterinya mau ke Parapat. Pada saat seperti itulah Jenni merasa merdeka. Ia bisa bertemu bercanda dengan teman dekatnya Bornok dan Ida. Atau, ia bisa bercengkerama dengan Bistok, pemuda tampan yang kata Bornok sangat pintar main gitar dan nyanyi.
“Pergilah, berangkatlah kalian segera, aku tak sabaran sendiri di sini,” berdentum-dentum suara dari lubuk hatinya sambil bergulingan di atas ranjang.
 Malam itu Jenni tertidur pulas dengan bermacam mimpi...( Kawasan Tanjung Tokong Pulau Pinang Malaysia, 13 Feb 2016)



Sabtu, 06 Februari 2016

Pilkada Serentak 15 Februari 2017



Rakyat memilih: Pilihlah gubernur, bupati/walikota, maupun kades dengan hatimu
bukan karena uang Rp 100.000 atau Rp 200.000. =


 BATAKINDONEWS.Com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) gelombang lanjutan akan dilaksanakan lagi pada 15 Februari 2017. Hal itu dinyatakan Ketua KPU Husni Kamil Malik,Jumat (5/2) di Jakarta sebagaimana dilansir KB Antara dikutip media online ini.
Menurut Husni Kamil, sebelumnya KPU telah merencanakan untuk menggelar pilkada serentak antara tanggal 8 dan 15 Februari, tapi kemudian membatalkan opsi tanggal 8 berhubung adanya perayaan keagamaan di Papua.
"Pada tanggal itu ada acara di Pekabaran Injil di Papua Barat," terang Husni.
Sebelumnya Husni menyebut penetapan waktu pemungutan suara pilkada serentak di 101 daerah pada tahun 2017  akan dilakukan dengan cermat agar tidak berbenturan dengan perayaan keagamaan atau acara kebudayaan.
Pelaksanaan pilkada serentak 2017 kata Husni mulai dipersiapkan pada 2016 Sesuai hasil rapat pimpinan nasional KPU se Indonesia.
Tak dirinci daerah mana saja yang ikut pilkada serentak itu, apakah Kabupaten Tapanuli Utara juga ikut seperti kabar santer belakangan ini.